‎40 UMKM Ikuti Amman Mineral Expo Gumi Seri, Dorong Ekonomi Kreatif

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——  Sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ambil bagian dalam gelaran Amman Mineral Expo Gumi Seri yang berlangsung di Taman Rinjani Selong, Minggu 15 Pebruari 2026.

‎Kegiatan tersebut menjadi puncak kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan  salah perusahaan pertambangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

‎Program tersebut menandai pergeseran pendekatan pembangunan ekonomi dari bantuan sosial konvensional menuju investasi sumber daya manusia yang berkelanjutan.

‎Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, menyampaikan bahwa kerja sama yang dirintis sejak 2024 bertujuan membangun ekosistem ekonomi yang tangguh, khususnya di wilayah penyangga pariwisata.

‎Sekda menyoroti, besarnya potensi UMKM di Lombok Timur yang mencapai sekitar 76 ribu pelaku usaha mikro.

‎Tantangan utama, menurutnya, adalah keberlanjutan usaha karena banyak UMKM masih bersifat sampingan.

‎Namun kini, sebagian pelaku sudah mulai masuk ke dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), sehingga berpeluang menjadi “tuan rumah di rumah sendiri”.

‎Juaini menambahkan, pemerintah daerah mendorong agar produk lokal menjadi pilihan utama masyarakat.

‎“Kalau sudah bisa keluar daerah tentu sangat diapresiasi. Tapi yang lebih penting, kita kuat di pasar sendiri daripada terus membeli dari luar,” katanya.

‎Pendampingan difokuskan pada pelaku UMKM di Kecamatan Sembalun dan Kecamatan Jerowaru.

‎Dua kawasan tersebut dinilai tengah berkembang sebagai destinasi wisata unggulan.

‎“Dua kawasan ini butuh sentuhan lebih. UMKM di sana harus siap menyambut wisatawan dengan produk berkualitas, bukan hanya dagangan biasa,” tambah Sekda, Minggu 15 Pebruari 2026.

‎Tema Pelesiran (berwisata) sengaja diangkat agar pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut pariwisata daerah.

‎Selain kualitas produk, aspek gizi juga mulai diperhatikan agar UMKM mampu memenuhi standar dan masuk ke dapur MBG.

‎Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak nyata meski dimulai dari skala kecil.

‎Pemerintah daerah menilai sinergi lintas sektor tersebut menjadi contoh bagaimana pemberdayaan UMKM dapat dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan