Upaya Menekan Harga Jelang Ramadhan, Pemda Gelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM

  • Bagikan

‎SUARAINDO.ID —— Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Pasar Rakyat dan Bazar UMKM digelar sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan Makmur Mendunia Center (MMC) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB, serta Bulog itu resmi dibuka Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal didampingi Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin di halaman Kantor Camat Pringgabaya, Rabu 11 Pebruari 2026.

‎Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan komitmen Pemda dalam mendukung perkembangan UMKM.

Salah satu bentuk dukungan tersebut, melalui pengalokasian dana pembinaan kepada sekitar 23 ribu pelaku UMKM dengan total anggaran mencapai Rp20 miliar pada tahun 2025.

‎Selain itu, Pemda Lombok Timur juga melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang bekerja sama dengan petani serta pihak terkait lainnya.

‎Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur NTB dan Pemerintah Provinsi NTB atas terselenggaranya kegiatan tersebut di Lombok Timur.

Menurutnya, pasar rakyat dan bazar UMKM ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.

‎Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggara kegiatan, mengingat sejumlah harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan.

‎Pasar rakyat dan bazar UMKM sebagai bentuk intervensi pemerintah yang diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

‎Gubernur memastikan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok di NTB dalam kondisi aman.

‎Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menghindari pembelian berlebihan.

‎“Tidak usah khawatir, stok bahan-bahan pokok yang ada di NTB terpenuhi dan tersedia,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan hampir 300 paket program ketahanan pangan untuk 300 desa, termasuk desa-desa di Kecamatan Pringgabaya.

Program tersebut direncanakan berlanjut hingga tahun 2029.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan