Cegah Penyalahgunaan Narkoba, 50 Personel Polres Sanggau Jalani Tes Urine Mendadak, Seluruhnya Negatif

  • Bagikan
50 Personel Polres Sanggau Jalani Tes Urine Mendadak

Suaraindo.id – Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal, Kepolisian Resor Sanggau melaksanakan tes urine mendadak terhadap 50 personelnya. Pemeriksaan tersebut digelar di Ruang PPK Polres Sanggau sebagai langkah preventif sekaligus bentuk pengawasan internal institusi.

Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kapolres Sanggau, AKBP Sudarsono, didampingi Wakapolres Sanggau. Turut hadir para Pejabat Utama Polres, Kapolsek jajaran, perwira staf, personel Satresnarkoba, serta anggota yang berada dalam pengawasan internal.

Kapolres Sanggau mengatakan, tes urine tersebut dilakukan sebagai langkah tegas untuk memastikan tidak ada personel yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

“Tes urine ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud komitmen kami untuk memastikan seluruh personel Polres Sanggau bersih dari narkoba. Kami ingin memberikan contoh bahwa penegakan hukum harus dimulai dari internal,” tegasnya.

Pemeriksaan dilaksanakan secara menyeluruh dan transparan sesuai standar operasional prosedur. Proses tes dipimpin oleh Kasidokkes Polres Sanggau, Aiptu Surip Sunaryo bersama personel Sidokkes, menggunakan alat Allchek dan Nw SR standar reagen guna memastikan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun jenis zat yang diuji meliputi Amphetamine, Methamphetamine, Benzodiazepine, THC, Morphine (Map), Carisoprodol, dan Cocaine. Seluruh parameter pemeriksaan dilakukan sesuai standar medis dengan pengawasan ketat.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 50 personel yang mengikuti tes, seluruhnya dinyatakan negatif dari kandungan narkotika maupun zat adiktif lainnya. Tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba dalam tubuh anggota yang diperiksa.

Kapolres menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Ia menambahkan bahwa pengawasan internal harus terus dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, tindakan preventif seperti ini penting untuk meminimalisir potensi pelanggaran disiplin maupun tindak pidana yang dapat merusak citra institusi. “Integritas personel adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” pungkasnya.

  • Bagikan