Gubernur NTB Hadiri Hultah Dzikir Al-Hisnul Mani’ NW Pancor Manis, Kemiskinan masih jadi PR

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri peringatan hari lahir (hultah) ke-26 Majlis Dzikir Al-Hisnul Mani’ NW Pancor Manis Kabupaten Lombok Timur, yang dirangkaikan dengan kegiatan dzikir dan doa bersama, 29 maret 2026.

‎Kondisi bangsa saat ini membutuhkan kejernihan hati dan pikiran dari seluruh elemen masyarakat.

‎Nilai-nilai spiritual yang ditanamkan melalui majelis dzikir, dapat menjadi kekuatan moral dalam menghadapi berbagai krisis dan tantangan.

‎“Yang paling kita butuhkan ke depan adalah kejernihan hati dan kejernihan pikiran. Dengan hati dan pikiran yang jernih, Insya Allah kita akan dituntun melewati berbagai kesulitan menuju jalan yang benar,” ujarnya di hadapan jamaah.

‎Gubernur menyoroti persoalan kemiskinan di NTB yang dinilainya masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.

NTB saat ini masih pada posisi ke 12 dati 33 Provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia.

Karena itu, upaya pengentasan kemiskinan menjadi prioritas utama pemerintah provinsi bersama jajaran pemerintah hingga tingkat desa.

‎Menurutnya, kemiskinan bukan sekadar angka statistik, melainkan realitas yang nyata di tengah masyarakat.

‎Gubenur mengaku kerap menemukan kondisi warga dengan rumah tidak layak huni, lansia yang hidup tanpa kepastian, serta keluarga yang bertahan dalam keterbatasan ekstrem.

‎“Kemiskinan ini nyata. Bahkan ada yang masuk kategori miskin ekstrem. Ini menjadi kewajiban kita bersama, dari pemerintah pusat hingga desa, untuk mencari cara agar saudara-saudara kita bisa keluar dari situasi tersebut dan hidup lebih layak,” tegasnya.

‎Gubenur memohon doa dan dukungan dari para tuan guru dan jamaah majelis agar ikhtiar pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan dapat membuahkan hasil nyata bagi masyarakat NTB.

‎Melalui dukungan spiritual dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, NTB dapat bergerak menuju kesejahteraan yang lebih baik.

‎Kemajuan daerah dapat terwujud jika dibangun di atas nilai kebaikan, serta menjaga warisan para pendiri yang telah meletakkan dasar moral dan sosial yang kuat di tengah masyarakat.

‎“Semoga para pemimpin diberikan kemudahan dalam menjalankan tugasnya dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat NTB dalam bentuk kemakmuran yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan