SuaraIndo.id – Ketua PT Pengamanan Anak Bangsa sekaligus pendiri Sekolah Gratis SMA Pendidikan Anak Bangsa (PAB), H. Jamak Udin, S.H., mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk kembali kepada kesucian diri sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial.
Menurutnya, Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan puncak perjalanan spiritual umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.
“Idul Fitri bermakna kembali suci. Setelah sebulan kita berpuasa, menahan hawa nafsu, serta memperbanyak ibadah seperti tarawih, witir, dan tahajud, hari ini menjadi momen kemenangan sekaligus titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Jamak Udin.
Ia menegaskan bahwa esensi Idul Fitri juga terletak pada keikhlasan untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.
“Ini adalah momen paling mulia untuk membuka hati, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Baik kepada orang tua, keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. Jangan sampai ada lagi rasa dendam atau kesalahan yang tersimpan,” katanya.
Tak hanya dalam aspek spiritual, Jamak Udin juga menunjukkan komitmennya dalam aksi sosial. Ia secara konsisten menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, terutama selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
“Berbagi adalah bagian dari tanggung jawab kita. Selama Ramadan, saya rutin menyalurkan sembako, beras, dan bantuan uang kepada masyarakat sekitar. Harapannya, ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” ungkapnya.
Di bidang profesional, PT Pengamanan Anak Bangsa yang dipimpinnya terus berkembang pesat. Saat ini, perusahaan tersebut telah memiliki lebih dari 700 personel yang tersebar di berbagai daerah, seperti Palembang, Lampung, Jakarta, hingga Kalimantan.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme yang dibarengi dengan sikap humanis bagi seluruh anggotanya.
“Seorang petugas keamanan harus mengedepankan sikap ramah, senyum, sapa, dan sopan santun. Jangan arogan. Kita ingin menghadirkan pengamanan yang humanis dan dapat diterima oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Selain itu, Jamak Udin juga membuka peluang kerja bagi masyarakat tanpa pungutan biaya. Ia menegaskan bahwa proses rekrutmen di perusahaannya sepenuhnya gratis.
“Kami tidak memungut biaya apapun. Ini murni untuk membantu membuka lapangan pekerjaan. Yang terpenting adalah kemauan bekerja, disiplin, dan memenuhi syarat dasar seperti lulusan minimal SMA,” jelasnya.
Kepedulian terhadap pendidikan menjadi salah satu fokus utama Jamak Udin. Melalui SMA Pendidikan Anak Bangsa (PAB), ia memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah ini lahir dari pengalaman hidup saya sendiri. Saya pernah berada di posisi sulit, dibesarkan oleh ibu yang berjuang sendiri. Karena itu, saya ingin anak-anak yang kurang mampu tetap punya kesempatan untuk sekolah,” tuturnya.
Ia memastikan bahwa seluruh biaya pendidikan di SMA PAB digratiskan, mulai dari biaya pendaftaran, SPP, hingga uang pembangunan.
“Semuanya gratis sampai lulus. Syaratnya hanya memiliki ijazah SMP. Saat ini kami sudah menyiapkan sekitar 20 ruang kelas untuk menunjang proses belajar mengajar,” katanya.
Hebatnya, seluruh operasional sekolah, termasuk pembangunan fasilitas dan gaji tenaga pengajar, dibiayai secara pribadi tanpa bantuan pemerintah.
“Ini bentuk komitmen saya untuk masyarakat. Saya ingin keberadaan sekolah ini benar-benar menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Jamak Udin berharap apa yang dilakukannya dapat terus memberikan manfaat luas dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi.
“Alhamdulillah, banyak orang tua merasa terbantu. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa terus berkelanjutan dan membawa kebaikan bagi banyak orang,” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













