Puluhan Warga Sambas dan Bengkayang Datangi Polres Sambas, Empat Penambang PETI Dibebaskan Usai Dialog

  • Bagikan
Puluhan warga dari Sambas dan Bengkayang mendatangi Mapolres Sambas untuk menyampaikan aspirasi dan meminta pembebasan empat penambang yang diamankan dalam kasus dugaan PETI. SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Puluhan warga dari Kabupaten Sambas dan Bengkayang mendatangi Mapolres Sambas pada Minggu (1/3/2025) untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta pembebasan empat rekan mereka yang sebelumnya diamankan terkait dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Massa yang datang secara berkelompok berkumpul di halaman Mapolres Sambas dan menyampaikan tuntutan secara terbuka. Mereka berharap pihak kepolisian dapat mempertimbangkan kondisi sosial para penambang yang dinilai hanya berupaya mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, didampingi Wakapolres Kompol Hilman, turun langsung menemui warga. Dalam pertemuan tersebut, kepolisian mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus memberikan penjelasan terkait proses penanganan perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Salah satu perwakilan massa, Alex, mengatakan kedatangan warga merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap empat penambang yang diamankan. Ia menegaskan para penambang merupakan masyarakat biasa yang bekerja untuk bertahan hidup.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan membela kawan kami. Mereka hanya bekerja untuk menghidupi keluarga, bukan penjahat. Kami berharap ada kebijakan yang adil dan mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil,” ujarnya.

Alex juga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat menghadirkan solusi yang lebih bijak terhadap persoalan PETI, termasuk melalui pembinaan serta pengaturan yang jelas agar masyarakat tetap dapat bekerja tanpa harus berhadapan dengan hukum.

“Kami tidak ingin terus hidup dalam ketakutan. Kami berharap ada solusi nyata, pembinaan, dan aturan yang jelas, sehingga masyarakat bisa bekerja dengan tenang tanpa merasa terintimidasi,” tambahnya.

Warga menilai pendekatan dialog dan pembinaan dinilai lebih efektif dibandingkan penegakan hukum semata, mengingat banyak masyarakat menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan tradisional tersebut.

Aksi penyampaian aspirasi berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian dan situasi tetap kondusif. Setelah dilakukan komunikasi dan dialog antara perwakilan warga dan pihak kepolisian, empat orang yang sebelumnya diamankan akhirnya dibebaskan.

“Syukurlah rekan kami sudah dibebaskan. Kami berharap ke depan ada jalan keluar yang lebih baik bagi masyarakat penambang,” tutup Alex.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan