Paska Penutupan, Balai TNGR Buka Enam Jalur Pendakian Rinjani

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——– Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat resmi membuka seluruh jalur pendakian terhitung 1 April 2026.

‎Terdapat enam jalur yang dapat diakses pendaki, masing-masing tiga jalur di sisi utara dan tiga jalur di sisi selatan kawasan gunung.

‎Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR NTB, Astekita Ardiaristo, menjelaskan jalur utara meliputi Sembalun, Torean, dan Senaru.

‎Sementara jalur selatan terdiri dari Timba Nuh, Tetebatu, dan Aik Berik.

‎Sejak dibuka, kuota di jalur utara hampir penuh. Dari Sembalun tercatat sekitar 367 calon pendaki, dan sekitar dua puluhan melalui Senaru.

‎”Jalur Torean umumnya digunakan sebagai jalur turun oleh pendaki dari Sembalun atau Senaru,” jelasnya 1 april 2026.

‎Untuk jalur selatan, tercatat 55 calon pendaki melalui Tembenu, empat orang melalui Aik Berik, dan sembilan orang melalui Tetebatu. Jalur ini, kata Astekita, didominasi wisatawan nusantara.

‎Terkait regulasi, Astekita menegaskan tidak ada aturan baru di awal musim pendakian ini.

Namun, pihak TNGR terus melakukan penyempurnaan, terutama pada penerapan program zero waste yang kini dilakukan secara digital.

‎Pendaki wajib mendata barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah sebelum naik.

Saat turun, petugas akan mencocokkan kembali daftar tersebut untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal di kawasan.

‎Balai TNGR menetapkan kuota pendakian sebanyak 700 orang. Rinciannya, 400 orang untuk jalur utara melalui Sembalun, Torean, dan Senaru, serta 300 orang untuk jalur selatan melalui Timba Nuh, Tetebatu, dan Aik Berik.

‎Durasi pendakian bervariasi tergantung rute yang dipilih pendaki.

‎Untuk jalur Sembalun menuju puncak, rata-rata pendaki membutuhkan waktu tiga hari.

Namun, jika langsung turun, bisa ditempuh dalam dua hari. Sementara rute Sembalun menuju danau dan turun melalui Senaru umumnya memakan waktu sekitar empat hari.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan