Suaraindo.id – Santer terdengar pihak Pertamina akan menerapkan penggunaan BBM bersubsidi menggunakan aplikasi yang berbasis barcode, terlihat mudah dan gampang dalam penggunaan, namun belum tentu dikalangan masyarakat kurang mampu atau yang tidak menguasai teknologi seperti lansia, masyarakat yang tidak memiliki jaringan internet di pedalaman atau gadget yang tidak mendukung keberadaan aplikasi my Pertamina. Jadi masih perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat mengenal dan memahami terlebih dahulu, dan diberikan edukasi artinya setiap masyarakat yang tidak paham dan dan belum mengerti diberikan kemudahan oleh petugas dibantu dalam penggunaan barcode disebut saat di SPBU.
Menanggapi hal tersebut salah satu anggota DPRD Palangka Raya, Arif, memberikan responya, mengenai penerapan sistem baru pada penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite. Menurutnya, sosialisasi terkait kebijakan tersebut harus dilakukan dengan baik dan tidak mendadak.
“ Sosialisasi memang harus dilakukan, tidak boleh hanya serta-merta mendadak. Pemerintah memang berupaya agar penggunaan Pertalite ini dapat segera bergeser ke bahan bakar lain, seperti Pertamax, tetapi hal tersebut perlu diperhatikan lebih lanjut,” ucapnya, Kamis (5/09/2024)
Lebih lanjut, Arif menyoroti sistem penggunaan barcode yang diterapkan untuk membatasi pembelian BBM subsidi. Ia menyebutkan bahwa hal ini perlu diklasifikasikan agar tidak memberatkan masyarakat menengah ke bawah.
” Harapan kami, ada klasifikasi yang jelas. Jangan sampai golongan menengah ke bawah dibebani dengan hal-hal seperti ini. Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki ponsel Android? Ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan,” ujarnya.
Legislator dari PAN tersebut, juga menekankan pentingnya pemilahan pengguna barcode berdasarkan kemampuan ekonomi. Ia mengusulkan agar pemerintah lebih fokus pada masyarakat golongan menengah ke atas yang memiliki fasilitas memadai.
“Jangan sampai masyarakat kecil seperti pedagang atau UMKM yang hanya memiliki ponsel jadul tidak bisa mendapatkan BBM subsidi hanya karena tidak bisa menggunakan aplikasi barcode,” tambahnya.
Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan nasib masyarakat kecil dan tidak hanya fokus pada kebutuhan golongan tertentu.
“Jangan hanya dilihat dari asas kebutuhan dan kepentingan semata, tetapi pikirkan juga bagaimana nasib masyarakat kecil yang terdampak oleh kebijakan ini,” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS