Natal Nasional 2025 Tanpa Artis, Maruarar Sirait Fokuskan Dampak Sosial

  • Bagikan
Maruarar saat memimpin rapat persiapan Panitia Natal Nasional di Gedung Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jakarta, Jumat (19/12).

suaraindo.id – Persiapan Perayaan Natal Nasional 2025 terus dimatangkan di Jakarta dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa perayaan Natal tahun ini akan dilaksanakan secara sederhana, terbuka, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Maruarar saat memimpin rapat persiapan Panitia Natal Nasional di Gedung Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jakarta, Jumat (19/12).

“Kami berusaha menerjemahkan Natal yang sederhana tetapi berdampak dan terbuka. Kami tidak berani mengatakan berdampak besar, tetapi kami ingin perayaan ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Maruarar.

Ia menjelaskan bahwa prinsip kesederhanaan diterapkan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan lokasi hingga pengisian acara. Panitia memutuskan menggunakan Stadion Tenis Indoor dengan kapasitas sekitar 3.800 orang, menggantikan rencana awal penggunaan tempat berkapasitas lebih besar. Menurutnya, pilihan tersebut mencerminkan semangat Natal yang tidak berlebihan, namun tetap inklusif dan terbuka bagi masyarakat.

“Kami memilih tempat yang sederhana dengan kapasitas yang cukup. Stadion tenis indoor ini baru pertama kali digunakan untuk Natal Nasional, dan itu bagian dari komitmen kesederhanaan,” katanya.

Maruarar juga menegaskan bahwa pengisi acara Natal Nasional 2025 tidak berasal dari artis populer. Panitia secara khusus mengundang penyanyi gereja dari berbagai daerah di Indonesia yang belum dikenal luas, namun memiliki kualitas vokal yang tidak kalah dengan penyanyi profesional.

“Kami tidak mengundang artis. Yang tampil adalah penyanyi-penyanyi gereja dari berbagai daerah. Mereka mungkin belum dikenal luas, tetapi kualitas suaranya tidak kalah dengan artis. Kami ingin memberi ruang dan dukungan agar mereka dapat berkembang ke depan,” ujarnya.

Konsep kesederhanaan juga diwujudkan melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Seluruh konsumsi yang disediakan dalam rangkaian perayaan Natal Nasional berasal dari UMKM, terutama pelaku usaha kecil yang banyak digerakkan oleh ibu-ibu dan pekerja.

“Kami ingin UMKM naik kelas. Makanan yang disiapkan semuanya dari UMKM. Ini bentuk keberpihakan kami kepada ekonomi rakyat,” kata Maruarar.

Selain itu, Maruarar menjelaskan bahwa pohon Natal tahun ini menggunakan produk dalam negeri, dengan memanfaatkan buah-buahan lokal dari berbagai daerah. Langkah ini diharapkan dapat mendorong konsumsi produk lokal sekaligus mendukung kesejahteraan petani dan pelaku usaha daerah.

Dari sisi inklusivitas, Maruarar menyampaikan bahwa panitia menyiapkan sekitar 3.000 tamu kehormatan yang berasal dari kelompok masyarakat yang selama ini membutuhkan perhatian khusus.

“Tamu kehormatan kami adalah saudara-saudara kita penyandang disabilitas, anak yatim piatu, para koster, serta guru agama Katolik dan Protestan. Natal ini harus terbuka dan berpihak kepada mereka,” ujarnya.

Rangkaian acara Natal Nasional 2025 juga direncanakan akan disiarkan secara langsung melalui empat stasiun televisi nasional dan agar pesan Natal dapat menjangkau masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Dalam rapat persiapan tersebut, Maruarar turut memaparkan berbagai program bantuan sosial sebagai bagian dari komitmen Natal yang berdampak. Di bidang pendidikan, panitia menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar kepada 1.000 penerima, masing-masing sebesar Rp10 juta, dengan mekanisme penyaluran yang dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Penyaluran bantuan pendidikan ini harus dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab. Kriterianya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain itu, bantuan sosial berupa paket kebutuhan pokok ditingkatkan dari rencana awal 10.000 paket menjadi 20.000 paket, dengan nilai masing-masing paket sebesar Rp300 ribu. Di bidang kesehatan, panitia juga menyalurkan dukungan berupa 35 unit ambulans untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

Panitia juga memberikan dukungan kepada lembaga keagamaan, termasuk aras gereja nasional. Perhatian terhadap rumah ibadah diwujudkan melalui bantuan renovasi gereja senilai Rp1 miliar untuk 100 gereja yang tersebar di berbagai provinsi, termasuk wilayah Papua dan Maluku. Selain itu, bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana telah disalurkan ke sejumlah daerah.

“Kami sudah menyalurkan bantuan bencana, antara lain Rp350 juta untuk Semeru, Rp550 juta untuk Tapanuli Tengah, Rp550 juta untuk Sumatera Utara, untuk Aceh Rp550 juta dan Rp800 juta untuk Sumatera Barat,” ungkap Maruarar.

Maruarar menegaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan Natal Nasional 2025 merupakan wujud penerjemahan arahan pemerintah agar perayaan Natal tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Natal Nasional ini harus sederhana, terbuka, dan berdampak. Itulah komitmen kami,” pungkasnya

  • Bagikan