Bakthiar Sibarani Kerahkan Alat Berat, Penanganan Pasca Banjir Tapteng Mulai Bergerak

  • Bagikan
Rumah yang terdampak banjir bandang di Kelurahan Pasar Batu Gerigis (Tambak).

suaraindo.id – Setelah hampir satu bulan pascabanjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, upaya pemulihan akhirnya mulai bergerak. Atas instruksi langsung Baktiar Ahmad Sibarani mantan Bupati Tapanuli Tengah, tiga unit alat berat dan 17 armada angkutan dikerahkan untuk menangani penimbunan aliran air serta pemulihan permukiman warga terdampak.

Langkah tersebut ditandai dengan peninjauan lapangan hingga malam hari di kawasan Pasar Batu Gerigis, salah satu titik terdampak paling parah. Kawasan yang sebelumnya merupakan permukiman warga itu kini berubah menjadi aliran kanal air akibat terjangan banjir bandang. Sedikitnya 14 unit rumah warga dilaporkan hancur total.

“Aliran air di belakang ini sebelumnya adalah permukiman warga. Sekarang sudah menjadi kanal. Sesuai arahan Pak Bakhtiar, besok langsung kita timbun,” ujar Aditya Melfan Tanjung saat meninjau lokasi, Minggu (29/12) malam.

Bakhtiar Sibarani disebut memberikan instruksi langsung agar penanganan pasca banjir tidak lagi tertunda dan segera menyentuh kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak. Penimbunan aliran air diprioritaskan untuk membuka kembali akses serta memungkinkan warga membangun kembali tempat tinggalnya.

“Ini perintah langsung dari Pak Bakhtiar agar saudara-saudara kita yang terdampak banjir segera mendapat penanganan nyata,” ujar Melfan.

Dari total tiga unit alat berat, dua unit telah lebih dahulu diturunkan di Desa Ujung Batu dan Bunga Tanjung. Satu unit tambahan dijadwalkan menyusul dalam dua hingga tiga hari ke depan. Selain itu, 17 armada angkutan disiagakan untuk mendukung proses penimbunan dan pengangkutan material.

Wilayah penanganan meliputi Desa Tambak, Kinali, Ujung Batu, Bunga Tanjung, Pasar Terandam, Kampung Mudik, dan Padang Masiang.

Dalam dialog langsung dengan warga, terungkap bahwa hingga hampir satu bulan pascabencana, masyarakat mengaku belum menerima bantuan nyata dari pemerintah daerah.

Foto: Warga yang terdampak banjir bandang

“Belum ada bantuan dari pemerintah. Yang datang membantu justru tokoh masyarakat dan relawan,” ujar seorang warga korban banjir.

Warga juga menyebutkan bahwa pendataan baru dilakukan hari ini oleh pegawai kecamatan, sementara camat dan bupati disebut belum pernah turun langsung ke lokasi sejak bencana terjadi.

“Pegawai kecamatan baru datang hari ini. Camatnya belum pernah ke sini,” ungkap warga lainnya.

Dengan kondisi rumah yang rusak berat dan tidak lagi layak huni, sebagian warga terpaksa tinggal menumpang di rumah keluarga maupun kerabat.

“Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, kami tidak mungkin memperbaiki rumah sendiri. Kami berharap penimbunan ini bisa menjadi awal agar kami bisa kembali tinggal di rumah,” ujar seorang ibu korban banjir.

Di tengah kondisi tersebut, warga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Baktiar Sibarani yang telah menginstruksikan pengerahan alat berat ke wilayah mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bakhtiar Sibarani. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang rumahnya hancur. Setidaknya sekarang ada harapan untuk bisa kembali membangun dan melanjutkan hidup,” ujar salah seorang warga korban banjir.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani, yang turut mendampingi peninjauan, menilai langkah Baktiar Sibarani menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak.

“Ini bukan lagi masa pilkada. Kami minta keadilan untuk semua. Minimal datang dan melihat langsung kondisi masyarakat,” tegasnya.

Rahmansyah yang merupakan putra kelahiran Barus menekankan bahwa keluhan tersebut murni merupakan suara masyarakat terdampak, bukan kepentingan politik. Ia berharap pemerintah, khususnya Bupati Tapanuli Tengah dan camat setempat, segera menunjukkan kehadiran nyata di tengah penderitaan warga korban banjir.

  • Bagikan