SUARAINDO.ID —— Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep, M.Kep, memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus superflu di bumi patuh karya ini.
Meski demikian, kewaspadaan dini tetap ditingkatkan menyusul adanya fenomena kemunculan kasus superflu di sejumlah negara Asia.
Lalu Aries Fahrozi menjelaskan, pihaknya telah menerima surat kewaspadaan dini dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait potensi penyebaran superflu.
Surat tersebut kemudian diteruskan kepada seluruh puskesmas di Lombok Timur untuk melakukan deteksi dini dan meningkatkan kewaspadaan.
“Kami sudah mendapatkan pemberitahuan waspada dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan langsung kami tindak lanjuti dengan meneruskan kepada seluruh puskesmas agar melakukan deteksi dini serta meningkatkan kewaspadaan. Namun sampai saat ini belum ada laporan kasus superflu di Lombok Timur,” pungkasnya saat ditemuai di Ball Room Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa 27 Januari 2026.
Dijelaskan, superflu termasuk dalam cluster virus influenza tipe A.
Secara klinis, gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan influenza pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri badan.
Virus ini juga bersifat self-limited disease, yakni memiliki batas waktu hidup tertentu dan dapat sembuh dengan sendirinya apabila daya tahan tubuh penderita baik.
“Yang paling penting adalah menjaga daya tahan tubuh. Kami terus mengimbau masyarakat melalui puskesmas untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat yang cukup,” jelasnya.
Menurutnya, risiko terbesar justru dialami oleh kelompok masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah.
Apabila virus masuk ke dalam tubuh dengan kondisi imun yang lemah, maka dampaknya bisa menjadi lebih berbahaya.
“Kalau daya tahan tubuh kuat, antibodi dalam tubuh mampu melawan virus tersebut. Yang perlu diwaspadai adalah saudara-saudara kita yang imunitasnya rendah,” tambahnya.
Lalu Aries Fahrozi menegaskan, virus influenza, termasuk yang disebut sebagai superflu, pada dasarnya bukan virus baru.
Virus ini telah lama ada, hanya saja mengalami sedikit perbedaan pada rantai DNA, namun masih berada dalam satu kelompok besar virus influenza.
Dengan kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Lombok Timur meminta masyarakat tetap tenang namun tidak lengah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala influenza yang berat atau berkepanjangan.













