suaraindo.id — Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 Keluarga Besar Kawanua se-Dunia (KSD) Indonesia berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan di Jakarta, Rabu (29/1). Mengusung nilai kearifan lokal Minahasa “Si Tou Timou Tumou Tou”—manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain—acara ini menjadi wadah penting memperkuat persaudaraan lintas budaya dan iman.
Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, hadir sekaligus memberikan sambutan. Dalam pesannya, Gugun menegaskan bahwa semangat Natal dan nilai luhur budaya Kawanua sejalan dengan visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menjaga persatuan nasional dan kerukunan umat beragama.
“Presiden Prabowo menekankan bahwa persatuan dan kerukunan antarumat beragama adalah kekuatan utama bangsa. Nilai Si Tou Timou Tumou Tou mencerminkan jati diri Indonesia—saling menghormati, saling menguatkan, dan hidup berdampingan dengan damai,” ujar Gugun.
Ia juga menegaskan komitmen Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam mengarusutamakan ajaran cinta kasih di setiap aspek kehidupan beragama sebagai fondasi membangun bangsa yang rukun dan berkeadaban.
“Perayaan Natal dan Tahun Baru ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang strategis memperkuat dialog, solidaritas, serta persaudaraan lintas iman,” tambahnya.
Perayaan Kawanua se-Dunia Indonesia tahun ini dipimpin oleh Penasehat Mona Sigar dan Ketua Umum Renny O. Rorong, yang selama ini dikenal aktif mendorong peran diaspora Kawanua dalam menjaga nilai kebangsaan, persatuan, serta kontribusi positif bagi Indonesia.
Gugun menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Kawanua yang terus menjadi teladan dalam merawat kebhinekaan dan menjaga harmoni di tengah keberagaman suku, agama, serta budaya.
Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama menjadikan Indonesia sebagai rumah besar yang damai, rukun, dan harmonis bagi seluruh umat beragama—sejalan dengan semangat Natal dan nilai luhur budaya Minahasa yang terus relevan bagi kehidupan berbangsa.













