Sudarsono: Penerapan Perlindungan Petani dari Risiko Gagal Panen, Melalui Asuransi Pertanian

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——- Perum Bulog melalui program “Bulog Peduli Petani” menggelar kegiatan Sosialisasi Mitigasi Risiko Gagal Panen Akibat Perubahan Iklim, Hama, maupun Bencana Alam melalui Asuransi Pertanian.

‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian ke 3 Daerah Jambi dan Bali.

‎Penerapan asuransi pertanian tanaman padi, sebagai upaya melindungi petani dari berbagai risiko produksi.

‎Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan program tersebut memberikan perhatian khusus kepada petani, terutama melalui skema asuransi berbasis gagal panen (indemnity) serta asuransi akibat perubahan iklim (parametric insurance).

‎“Kami melakukan uji coba sosialisasi sekaligus memberikan bantuan premi kepada sejumlah petani di Kabupaten Lombok Timur bersama empat kabupaten lainnya di Provinsi Jambi, Jawa Barat, Bali, dan NTB,” ujar Sudarsono, Senin 9 Pebruari 2026.

‎Sudarsono menjelaskan, kelompok tani penerima manfaat ditentukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur.

‎Para petani tersebut merupakan produsen padi yang selama ini menjadi mitra Bulog.

‎Dalam pelaksanaannya, Bulog menggandeng Askrindo yang telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkenalkan produk asuransi parametrik.

‎Menurut Sudarsono, pada tahap awal Bulog memberikan bantuan khusus untuk lahan seluas 125 hektare di Kabupaten Lombok Timur.

‎Lokasi lahan disesuaikan dengan kelompok tani yang hadir, dan telah ditetapkan oleh Dinas Pertanian setempat.

‎“Ini masih tahap uji coba, sehingga bantuan dari Bulog memang terbatas. Namun ke depan, setelah petani merasakan manfaatnya, kami berharap program ini dapat dilanjutkan bersama pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat,” katanya.

‎Sudarsono menambahkan, asuransi parametrik memiliki mekanisme klaim yang lebih sederhana karena berbasis pada parameter tertentu, seperti perubahan suhu atau curah hujan.

‎Jika parameter tersebut tidak terpenuhi, petani dapat langsung memperoleh penggantian tanpa proses klaim yang rumit.

‎Meski demikian, untuk memberikan perlindungan maksimal, Bulog mendorong penerapan sistem hybrid, yakni mengombinasikan asuransi indemnity yang sudah berjalan dengan asuransi parametrik yang baru diperkenalkan.

‎Produk ini dirancang agar lebih mudah diakses petani.

‎”Harapannya, petani bisa menjalankan produksi padi secara berkelanjutan dan tetap menjadi mitra strategis Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan, keterjangkauan harga beras, serta stabilisasi harga,” pungkasnya.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan