SuaraIndo.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuasin menggelar program edukasi “Polisi Sahabat Anak” (Polsanak) dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia dini. Selasa (10/2) di Mapolres Banyuasin.
Kegiatan Polisi Sahabat Anak ini dengan sosialisasi pendidikan tertib berlalu lintas sejak usia dini dengan mengenalkan rambu lalu lintas melalui bernyanyi bersama kepada 234 siswa-siswi dari KB Raudatul Jannah, TK Dharma Wanita.
Selanjutnya, PAUD Harapan Bangsa, KB Persit, KB Kasih Bunda Sukaraja, KB Alahbubina, Tunas Bangsa, TK RA Ulul Albab, TK Bina Bersama, KB SKB, TK Darul Qodri, KB Ermilia, dan TK Al- Haq Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini dipimpin oleh Kanit Kamsel Aipda Prayitno didampingi Brigadir Bella Siska dan Brigadir Amirah Nindia.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Banyuasin mengajak anak-anak bernyanyi, bermain kuis, serta mempraktikkan cara aman di jalan raya. Metode belajar sambil bermain ini dipilih agar materi keselamatan lalu lintas mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino SIK MSi, dalam keterangannya menekankan bahwa penanaman disiplin berlalu lintas merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sadar hukum dan keselamatan.
“Pendidikan lalu lintas tidak bisa instan, harus dimulai sejak dini. Melalui program Polisi Sahabat Anak, kami ingin menanamkan mindset bahwa tertib berlalu lintas adalah kebutuhan untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain, bukan sekadar karena takut ada petugas,” ujar AKBP Risnan Aldino.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Banyuasin AKP Suwandi SH MH, menjelaskan materi yang disampaikan meliputi pengenalan rambu-rambu lalu lintas dasar, tata cara menyeberang jalan yang aman (4T: Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri, Tengok kanan lagi), serta pentingnya penggunaan helm saat berkendara bersama orang tua.
“Kami menggunakan metode yang adaptif dengan dunia anak-anak, yakni bermain sambil belajar. Tujuannya agar mereka tidak merasa digurui, tapi justru merasa senang. Dengan begitu, pesan keselamatan seperti kewajiban memakai helm dan mematuhi lampu lalu lintas akan lebih membekas di ingatan mereka,” jelas AKP Suwandi.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadikan anak-anak sebagai “polisi kecil” di keluarganya, yang mampu mengingatkan orang tua atau saudara mereka jika melakukan pelanggaran lalu lintas saat berkendara.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













