Suaraindo.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret 2026. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta arus lalu lintas selama periode Lebaran tahun ini dinyatakan aman dan kondusif.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Kapuas 2026, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga ketertiban selama arus mudik dan balik.
“Operasi Ketupat Kapuas 2026 telah terlaksana dengan sangat baik. Berdasarkan data evaluasi kami, terjadi penurunan angka gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas menjadi salah satu faktor utama menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan.
Data Polda Kalbar menunjukkan capaian positif dalam pemeliharaan keamanan. Gangguan kamtibmas yang dilaporkan dan ditangani mengalami penurunan dari 28 kasus pada tahun 2025 menjadi 16 kasus pada tahun 2026, atau turun sebesar 42,86 persen.
Di sektor lalu lintas, jumlah penindakan pelanggaran juga menurun signifikan sebesar 44 persen, dari 167 kasus pada tahun 2025 menjadi 94 kasus pada tahun 2026. Hal ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan saat melakukan perjalanan mudik.
Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas turut mengalami penurunan sebesar 29,73 persen, dari 96 kejadian pada tahun 2025 menjadi 66 kejadian pada tahun 2026. Penurunan tersebut juga berdampak pada berkurangnya kerugian materiil akibat kecelakaan, dari Rp234,5 juta pada tahun 2025 menjadi Rp117,5 juta pada tahun 2026.
Selain aspek keamanan, Polda Kalbar juga mencatat tingginya mobilitas masyarakat melalui berbagai pintu masuk provinsi selama periode operasi.
Pada sektor udara, jumlah kedatangan tercatat sebanyak 71.969 penumpang dan keberangkatan 75.416 penumpang. Di sektor laut, kedatangan mencapai 20.802 penumpang dan keberangkatan 28.472 penumpang. Sementara itu, pada jalur darat antarnegara melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN), tercatat 28.013 orang masuk dan 23.251 orang keluar wilayah Kalimantan Barat.
Polda Kalbar mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan, meskipun operasi pengamanan telah berakhir.
“Pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, jangan memaksakan diri jika lelah, dan manfaatkan fasilitas pos pengamanan yang tersedia. Patuhi aturan lalu lintas serta waspada terhadap barang bawaan,” pesan Bambang.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman.
“Mari ciptakan perjalanan yang aman agar selamat sampai tujuan. Selamat mudik,” pungkasnya.













