Suaraindo.id – masuk musim penghujan pada bulan Desember seperti saat ini tentulah nyamuk – nyamuk sudah banyak berkembang biak dan menyebar Khususnya nyamuk Aedes aegypti yang juga mulai berkembang biak, proses perkembangan biakkan nya pun sangat cepat dari larva hingga jadi nyamuk dewasa tidak membutuhkan waktu lama dan keberadaan nyamuk ini pun mulai meresahkan masyarakat, terpantau dari pengamatan dan pengakuan warga yang sempat ditemui media ini dilapangan sudah ada korban yang menjadi suspect demam berdarah yang dilarikan kerumah sakit.
Warga Gatot Subroto, Hendra mengakui menurutnya kalau ada anggota keluarganya yang di serang nyamuk Aedes aegypti.
” Keponakan saya sempat sakit demam dan bercak-bercak di badan setelah di larikan ke rumah sakit mirip gejala DBD ” ungkapnya” Sabtu (18/11/2023).
Menanggapi hal tersebut anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini, meminta pemerintah kota setempat melalui dinas kesehatan, untuk optimal bergerak cepat dalam penanggulangan wabah demam berdarah dengue (DBD), yang saat ini mulai merebak di Kota Palangka Raya .
“Dalam beberapa pekan ini ada banyak masyarakat yang sudah terserang penyakit DBD, sebagai akibat keganasan nyamuk Aedes Aegypti,” kata Norhaini, Rabu (22/11/2023) di Palangka Raya.
Karenanya menyikapi kejadian tersebut lanjut Norhaini, maka pemko melalui instansi terkaitnya harus melakukan langkah-langkah strategis terkait persoalan DBD.
Menurut Legislator dari Fraksi Golkar ini, petugas kesehatan mulai dari dinas kesehatan, puskesmas hingga puskesmas pembantu yang tersebar di semua wilayah kecamatan Kota Palangka Raya, harus bergerak menanggulangi agar kejadia kasus DBD tidak bertambah.
“Kapan perlu melakukan pengasapan atau fogging di daerah yang anggap rentan penyebaran. Terlebih daerah yang sudah endemis. Fogging tentunya untuk membasmi nyamuk dewasa,”tukasnya.
Terlepas dari itu lanjut Norhaini, tak kalah penting adalah dalam penanganan DBD ini dengan optimalisasi memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat dan bersih, memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya menerapkan 3M Plus, yakni menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali benda-benda, seperti botol, kaleng bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Plusnya menggunakan obat oles anti-nyamuk.
Saat disinggung perlukah Pemko Palangka Raya membentuk tim khusus untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti, menurut Norhaini hal tersebut tidaklah harus dilakukan, sebab instansi terkait seperti dinas kesehatan bersama fasilitas kesehatan sudah memiliki kapasitas dalam mencegah serta menangani DBD.
Untuk diketahui dikutip dari situs resmi Dinkes Pemerintah Kulon Progo siklus dan jenis nyamuk DBD berwarna hitam dengan bercak putih pada tubuhnya. Nyamuk ini terutama menggigit manusia. Nyamuk betina perlu menghisap darah untuk menghasilkan telur, sedangkan nyamuk jantan makan dari sari bunga. Nyamuk DBD lebih aktif pada siang hari, namun dapat pula menggigit pada malam hari jika pencahayaan baik.
Nyamuk DBD paling sering berkembang biak pada musim penghujan. Jarak terbang nyamuk kurang dari 100 meter. Umur hidup nyamuk adalah 3 minggu. Nyamuk DBD membawa virus di dalam tubuhnya. Penyakit DBD ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Gejala penyakit muncul 4-7 hari setelah digigit nyamuk.
Nyamuk DBD hidup dalam 4 tahapan, yaitu telur, larva, pupa dan nyamuk seperti berikut ini. Nyamuk betina meletakkan telurnya di dinding tempat penampungan air, Kemudian telur menetas di air menjadi larva. Setelah 1 minggu larva berubah menjadi pupa, pupa berkembang menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan daur hidup nyamuk berlangsung selama 8-10 hari.
Nyamuk dapat bertelur di dalam maupun di luar rumah. Nyamuk betina bertelur sampai 5 kali selama hidupnya dan mengeluarkan 100 telur dalam sekali bertelur. Telur nyamuk tampak seperti kotoran berwarna hitam. Telur ini sangat lengket di dinding penampungan air dan dapat bertahan tanpa air hingga 8 bulan. Artinya, jika tempat penampungan terisi air kembali baik karena hujan atau karena diisi ulang, telur akan menetas kembali.













