Sekilas Info

#IngatPesanIbu #PatuhiProkes

Jelang Pilkada, Bawaslu Sintang Tegaskan Prokes dan Wajib 3 M

Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang, Fransiskus

Suaraindo.id - Menjelang tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2020, yang akan di laksanakan pada 9 Desember mendatang. Dimana Kabupaten Sintang masuk dalam daftar pelaksanan pesta demokrasi tersebut, tentunya pesta demokrasi tahun ini, sangat berbeda dari sebelumnya di mana kali ini pesta demokrasi digelar di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang, Fransiskus menghimbau agar protokol kesehatan benar-benar diterapkan, dalam tahapan pelaksanaan Pilkada dimana saat ini sudah mulai memasuki masa kampanye yang di mulai sejak 26 September hingga 5 Desember medatang.

Terkait protokol kesehatan dikatakan Fransiskus memang sudah banyak aturan yang mengatur. “Di mulai dari PKPU, Inpres dan Peraturan Gubernur hingga di setiap Kabupaten atau Kota sudah ada Peraturan Bupati atau Wali kota,” terangnya.

Lanjut Fransiskus, dalam melakukan pengawasan disetiap tahapan pelakasanaan pilkada oleh pihak Bawaslu, penerapan protokol kesehatan adalah menjadi prioritas yang paling utama, baik dari sisi pencegahan hingga sampai pada penindakan. Dalam melakukan kontek pengawasan jajaran Bawaslu Kabupaten Sintang juga selalu melakukan komunikasi dengan pihak penyelenggara, kepada pasangan calon, panitia peyelenggara dan tuan rumah sebagai tempat pelaksana kegiatan.

“Bawaslu ingin memastikan bahwa protokol kesehatan benar-benar di penuhi dan secara administratif juga haru ada STTP dari pihak Kepolisian serta rekomendasi dari Satgas terkait protokol kesehatan di masa pandemi ini,” tambah Fransiskus.

Ditegaskan Fransiskus dalam pelaksanaan kegiatan Kampanye setiap peserta baik pasangan calon, tim pelaksana kampanye dan peserta kampanye wajib menerapkan protokol kesehatan yang meliputi 3M yaitu, Wajib menngunakan masker, wajib mencuci tangan serta wajib menjaga jarak.

“Dalam pelaksana kampanye juga kita ada pembatasan jumlah leserta yaitu maksimal 50 orang dan protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan, seperti menyeduakan tempat cuci tangan baik dengan sabun maupun heandsanitizer itu aka lebih baik jika ada heandsanitizer,” pungkasnya.

Penulis: Tim Liputan/Adv
Editor: Redaksi

Baca Juga