Sekilas Info

#IngatPesanIbu #PatuhiProkes

Seniman Ini Imbau Warga Sintang Patuhi Prokes

Seniman Lokal Kabupaten Sintang, Erasmus Endi Dacosta

Suaraindo.id -Selain berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi usaha lainnya pandemi Covid-19 juga berdampak bagi para Seniman, seperti yang dikatakan oleh Owner Head Manager Nohkan Nayan Production yang juga Seniman Lokal Kabupaten Sintang, Erasmus Endi Dacosta, Senin (19/10/2020).

“Masyarakat kabupaten Sintang khususnya agar menerapkan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Pemerintah yakni wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangan menggunakan sabun serta wajib menjaga jarak,” imbaunya.

Ia juga mengajak agar warga sintang terus menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi, sehingga masyarakat kita aman dari berbagai macam penyakit dan memang dengan adanya wabah corona membuat para seniman mengalami devisit penghasilan. Pasalnya banyak kegiatan para seniman yang tertunda dan bahkan batal di gelar sehubungan dengan adanya himbauan dan larangan untuk tidak menimbulkan kerumunan guna mencegah penularan Covid-19, sehingga dengan demikian secara finansial hal ini berakibat pada berkurang dan bahkan sebagian besar seniman tidak mendapatkan penghasilan.

“Jika job batal otomatis pembayaran batal, dan penghasilan menjadi Rp.0,- sementara seniman khususnya seniman-seniman lokal ini bidang usahanya mayoritas terfokus pada 1 unit usaha yaitu usaha di bidang seni, dan sebagian besar tidak memiliki bidang usaha lain, sebab modal usaha di bidang seni juga tidak bisa dianggap kecil, merogoh kocek ratusan juta rupiah itu untuk pengadaan peralatan peningkatan SDM pekerja Seni itu sudah pasti. Sebagai contoh beli 1 unit mixer digital saja harganya berkisar Rp.80 hingga Rp.90 an juta, belum peralatan yang lain, karena itu secara finansial boleh dikatakan Drop total,” kata Endi.

Menurut Endi, hal ini adalah tragedi ekonomi pagi pekerja seni, khususnya pekerja seni lokal atau seniman lokal. Ia berharap agar Pemerintah lebih cepat mencari solusi serta mengedepankan percepatan produksi vaksin ataupun obat corona agar masalah ini bisa teratasi. Jika sudah ada vaksin atapun obat, maka otomatis roda perkonomian di semua sektor bisa bangkit kembali.

“Semakin cepat vaksin di temukan di didistribusikan ke seluruh Indonesia maka semua sektor bisa bangkit perlahan tidak terkecuali Pekerja Seni sesuai profesinya,” ujar Endi.

Dikatakan Endi, penyaluran bantuan khusus bagi pekerja seni terdampak Covid 19 sampai saat ini belum terealisasi, padahal pihaknya sudah mengajukan usulan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang.

“Semua kelengkapan data administrasi sudah kita sampaikan, tetapi tidak ada jawaban dari Pemerintah sampai saat ini, kita juga tidak tau di mana sangkut barang itu dan apa kendalanya karena sampai detik ini belum ada konfirmasi resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, sangat miris memang sebab Pekerja Seni yang pendapatannya Rp.0,- justru tidak dapat bantuan sedikitpun dari Pemerintah,” tambahnya.

Ia juga berharap agar Pemerintah dapat memberikan solusi kongkrit bagi para pekerja seni yang terdampak Covid-19, khususnya di Kabupaten Sintang.

Penulis: Tim Liputan/Adv
Editor: Redaksi

Baca Juga