Sekilas Info

Politik

Wapres Pence Ucapkan Selamat kepada Kamala Harris lewat Telepon

Wakil Presiden AS Mike Pence (kanan) dan Kamala Harris dalam debat Pilpres di Salt Lake City, 7 Oktober 2020 (foto: dok).

Suaraindo.id--Wakil Presiden AS Mike Pence menelepon calon penggantinya, Kamala Harris dan mengucapkan selamat, menurut dua orang yang mengetahui percakapan tersebut.

Ini kontak pertama yang diketahui antara pejabat tinggi dari pemerintahan Trump dengan pejabat terpilih dari pemerintahan mendatang. Presiden Donald Trump belum menghubungi Presiden terpilih Joe Biden dan telah berulang kali mempertanyakan legitimasi kemenangan Biden.

Akan tetapi Pence secara tak terduga telah menjadi pembela Biden. Wakil Presiden itu menolak tekanan dari Trump agar menolak kemenangan Demokrat dalam pemilu, ketika memimpin sertifikasi Kongres dalam penghitungan suara Electoral College minggu lalu.

Pence juga akan menghadiri pelantikan Biden pada 20 Januari mendatang, sementara Trump menolak untuk hadir.

Salah seorang yang mengetahui percakapan kedua pejabat tinggi hari Kamis (14/1) sore itu menggambarkannya sebagai "percakapan yang baik" di mana Pence memberi selamat kepada penerusnya dan menawarkan bantuan. Orang tersebut memberikan informasi dengan syarat tidak diungkapkan indentitasnya (anonim), untuk menggambarkan bahwa percakapan melalui telepon itu bersifat pribadi.

Percakapan melalui telepon itu datang kurang dari seminggu sebelum Biden dan Harris menjabat, dan hanya lebih dari seminggu setelah penyerbuan gedung Capitol oleh massa pendukung Trump.

Panggilan melalui telepon oleh Pence kepada penggantinya itu merupakan kelanjutan dari tradisi peralihan kekuasaan yang menunjukkan sikap hormat dari pemimpin yang akan meninggalkan jabatan dan penerusnya, walaupun sebaliknya Trump justru mencemoohkannya.

Pada tahun 2008, Wakil Presiden Dick Cheney menelepon Wapres terpilih Joe Biden untuk mengucapkan selamat pada malam kemenangannya sekaligus mengundang Biden beserta istrinya, Jill, untuk mengunjungi kediaman wakil presiden di Observatorium Angkatan Laut AS sesaat sebelum pelantikan tahun 2009.

Tidak jelas apakah Pence akan melakukan hal yang sama untuk mengundang Harris. Sebagian besar wilayah Washington DC berada di bawah peningkatan keamanan yang tinggi setelah pemberontakan disertai kekerasan pekan lalu di gedung Kongres AS, dengan peringatan sejumlah pejabat penegak hukum atas potensi tindak kekerasan yang lebih banyak sebelum pelantikan Biden.

Sementara, meskipun Biden menyatakan dirinya menyambut baik keputusan Trump untuk menghindari pelantikan Presiden AS tanggal 20 Januari mendatang, ia juga menambahkan bahwa dirinya akan merasa terhormat jika Pence bisa hadir. Biden mengatakan, adalah hal yang penting untuk mempertahankan "keteladanan bersejarah" dalam transfer kekuasaan secara damai sebisa mungkin. [mg/pp]

Penulis: VOA
Editor: Heny

Baca Juga