Kasus Pembunuhan di Pontianak, Pelaku Terkenal Sok Jago dan Cari Masalah, MI dan AL Nekat Habisi Hendri

  • Bagikan
Polisi menunjukan barang bukti kasus pembunuhan di Pontianak.

Suaraindo.id – Berlagak sok jagoan di jalanan, mungkin itulah kata yang cocok tersemat untuk MI dan AL kedua pelaku pembunuh Hendri pada 29 Januari 2023 lalu, sungguh miris hanya karena ditegur korban kedua pelaku nekat mengayunkan sebuah senjata tajam ke arah Hendri yang saat itu akan kembali ke rumah kontrakannya.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi mengatakan alasan kedua pelaku nekat menghabisi korban, jika saat itu kedua pelaku tiba- tiba keluar dari sebuah gang di Jalan Suwingyo bersamaan dengan korban yang tengah melintas sehingga membuat korban terkejut.

“Korban berteriak “WOI” lantaran aksi keduanya yang membahayakan pengendara sepeda motor lain sehingga ditegur oleh pelaku, namun kedua pelaku tidak terima dan turun dari sepeda motor,” kata Kombes Pol Adhe Hariadi.

Kombes Pol Adhe Hariadi menjelaskan melihat korban juga turun AL langsung mengeluarkan senjata, yang membuat korban berlari menyelamatkan diri yang kemudian dikejar oleh AL dan MI mengejar menggunakan sepeda motor.

“ Sesampainya di depan gang AL berhasil mengejar Korban dan langsung mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah tubuh Korban berkali- kali dan dalam keadaan terluka lalu Korban berusaha untuk menyelamatkan diri namun Korban meninggal dunia akibat luka yang cukup serius, dan kehabisan darah,” imbuhnya.

Selain menganiaya Hendri kedua pelaku juga telah berbuat onar di sejumlah lokasi lain diantarnaya di Jalan Pancasila indah kedua pelaku mengancam penjaga malam dengan menggunakan celurit Di simpang Jalan Cendrawasih kedua pelaku melihat dan mengejar orang dengan menggunakancelurit namun korban belum diketahui identitasnya

“ Di Jalan Jenderal Urip dengan korban atas nama Maspel dan Di Pasar Flamboyan kedua pelaku bertengkar mulut dengan warga sambil mengancamkan senjata tajam dan viral di Medsos,” jelasnya.

Namun kini kedua pelaku yang kerap membuat onar tersebut telah ditahan petugas guna memberikan efek jera usai 56 hari melarikan diri ke berbagai wilayah namun MI harus meregang nyawa lantaran kehabisan darah usai melawan petugas saat dibawa ke lokasi pembuangan baju saat keduanya melakukan penganiayan, sedangkan AL harus menjalani masa tahanan atas perbuatanya.

  • Bagikan