Suaraindo.id – Banjir yang melanda Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, sejak beberapa hari terakhir semakin meluas, mengakibatkan dampak signifikan di tiga kecamatan: Sekadau Hulu, Nanga Taman, dan Nanga Mahap. Berdasarkan data BPBD Sekadau per 28 November 2024 pukul 22.00 WIB, sebanyak 6.188 rumah terendam banjir, dengan total 22.334 jiwa terdampak.
Selain mengganggu aktivitas harian masyarakat, banjir juga menyulitkan proses pengembalian logistik Pilkada. Salah satu tantangan terbesar terjadi saat petugas harus membawa kotak suara dari Kecamatan Nanga Mahap menuju gudang KPU di Kecamatan Sekadau Hilir pada Kamis malam.
Pengembalian Logistik Pilkada di Tengah Banjir
Proses ini melibatkan tim gabungan dari TRC BPBD Sekadau, petugas pemilu, dan relawan. Dalam perjalanan penuh tantangan tersebut, mereka menggunakan perahu karet untuk melewati genangan air. Beberapa kotak suara harus dipikul manual oleh petugas melewati genangan air hingga ke lokasi yang aman, sebelum akhirnya diangkut dengan kendaraan roda empat milik BPBD.
Meski dihadapkan pada kondisi sulit, semangat dan kerja keras petugas memastikan logistik pilkada tetap aman dan dapat dikembalikan sesuai prosedur.
Dampak Banjir di Sekadau
Banjir tidak hanya memengaruhi proses Pilkada, tetapi juga berdampak pada kehidupan warga secara keseluruhan:
- Terendamnya Pelayanan Publik: Beberapa fasilitas umum ikut terendam, sehingga layanan masyarakat terganggu.
- Akses Jalan Terganggu: Jalan penghubung antar desa, kecamatan, hingga kabupaten mengalami hambatan serius, bahkan terjadi longsor di jalan provinsi Nanga Taman – Nanga Mahap, tepatnya di Desa Nanga Suri.
- Terganggunya Proses Pemungutan Suara: Beberapa TPS terdampak banjir, menghambat kelancaran pemungutan suara.
Upaya Penanggulangan
BPBD Kabupaten Sekadau bersama Polres Sekadau, Dinas Sosial, dan Forkopincam telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan penanganan banjir, di antaranya:
- Monitoring dan Pengumpulan Data: Berkoordinasi dengan kecamatan untuk mendokumentasikan dampak dan kebutuhan warga terdampak.
- Evakuasi Warga: Menggunakan dua unit perahu sebagai sarana transportasi untuk evakuasi dan distribusi bantuan.
- Peringatan kepada Warga: Memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada, terutama terhadap potensi banjir susulan.
Harapan untuk Pemulihan
Banjir yang terjadi menjadi ujian berat bagi masyarakat Sekadau. Namun, solidaritas antara pemerintah daerah, petugas, dan warga menjadi kunci untuk melewati masa sulit ini. Upaya bersama diharapkan dapat mengurangi dampak banjir sekaligus mempercepat pemulihan.
Semoga curah hujan segera berkurang, dan langkah-langkah tanggap darurat yang dilakukan dapat meringankan beban masyarakat terdampak. Sementara itu, pemerintah diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur tahan bencana untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













