SUARAINDO.ID ——- Aliansi Pemuda Desa Waringin Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa setempat, selasa 23 Desember 2025.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes, terhadap dugaan praktik nepotisme serta minimnya transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Koordinator Umum aksi, Khairil Qadri, menyampaikan lemahnya transparansi menjadi faktor utama terjadinya penyalahgunaan wewenang di tingkat desa.
Massa aksi juga menyoroti pengisian salah satu jabatan Kepala Urusan (Kaur) desa, yang diduga diisi oleh anak Kepala Desa Waringin.
Pengangkatan tersebut dinilai tidak sesuai dengan prinsip profesionalitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Selain dugaan nepotisme, massa juga mengungkapkan informasi bahwa pejabat kaur tersebut memiliki profesi lain di luar pemerintahan desa.
Kondisi ini dianggap bertentangan dengan etika, dan aturan yang mengatur aparatur pemerintahan desa.
Atas dasar itu, massa aksi mendesak agar oknum kaur yang bersangkutan segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Masa aksi juga meminta Kepala Desa Waringin, bertanggung jawab penuh terhadap kinerja seluruh aparatur desa.
Selain itu, ujar Khairil, tuntutan massa yang lain yakni, meminta transparansi anggaran desa.
Pasalnya, sebelumnya tercatat empat anggota Badan Keamanan Desa (BKD), Desa Waringin tersandung kasus hukum dan harus menjalani hukuman.
“Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Desa sebagai badan publik wajib transparan dan menyediakan informasi kepada masyarakat,” ujar Khairil dalam orasinya.
Khairil mengatakan, masyarakat memiliki hak untuk melaporkan dugaan pelanggaran penyelenggaraan pemerintahan desa kepada lembaga yang berwenang.
“Berkas dari tahun 2020 sampai 2025 sudah kami lengkapi, dan akan kami bawa ke Kejaksaan Negeri Lombok Timur agar Pemerintah Desa Waringin segera diperiksa,” tegasnya.
Menurut Khairil, terdapat banyak kejanggalan dalam pengelolaan pemerintahan desa yang perlu diusut lebih lanjut.
“Kejanggalannya bukan sedikit,” tambahnya.
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung tertib dan kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.
Massa aksi menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan, apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa Waringin.
Sementara itu, pantauan di lapangan, unsur Pemerintah Desa Waringin, Kecamatan Suralaga, tidak menemui massa aksi yang melakukan unjuk rasa di depan kantor desa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Waringin terkait alasan tidak menemui massa aksi.













