Pemprov Kalbar Intervensi Inflasi dan Ringankan Beban Masyarakat Jelang Nataru

  • Bagikan
Pemprov Kalbar Intervensi Inflasi dan Ringankan Beban Masyarakat Jelang Nataru. SUARAINDO,ID/ist

Suaraindo.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan memastikan berbagai langkah intervensi inflasi terus diperkuat untuk meringankan beban masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok aman dan harga kebutuhan masyarakat tetap terkendali.

Provinsi Kalbar menjadi salah satu daerah yang dikunjungi Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, untuk memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok menjelang Nataru berada dalam kondisi stabil. Kunjungan tersebut, menurut Sekretaris Daerah Kalbar Harisson, menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap kondisi ekonomi daerah.

“Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan tersedia menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Harisson.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalbar terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta instansi terkait agar distribusi bahan pokok berjalan lancar dan merata. Sinergi pusat dan daerah, lanjut Harisson, menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat dan menekan potensi gejolak harga di pasaran.

Berbagai langkah intervensi inflasi telah dilakukan Pemprov Kalbar, antara lain melalui Gelar Pangan Murah dan operasi pasar di seluruh wilayah. Sejak Januari hingga 9 Desember 2025, Pemprov bersama Bulog serta pemerintah kabupaten/kota telah menggelar 113 kali operasi pasar, menyalurkan 492.860 kilogram beras, 98.572 liter minyak goreng, dan 98.572 kilogram gula pasir. Operasi pasar menyasar dua kota dan 12 kabupaten, dengan intensitas tertinggi pada Februari–Maret serta November–Desember.

Usai meninjau Pasar Flamboyan dan ritel modern Mitra Anda di Pontianak, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan stok bahan pokok aman dan harga masih dalam batas normal. Ia hanya mencatat kenaikan harga cabai akibat cuaca ekstrem.

“Stok beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya cukup dan harga stabil,” ujarnya.

Untuk harga daging, Mendag menegaskan kondisinya terkendali baik untuk daging segar maupun beku. Ia juga memastikan pemerintah terus memantau pergerakan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang aktif di seluruh kabupaten/kota.

“Kami sudah rapat dengan pemda se-Indonesia, distributor, produsen, dan asosiasi. Semua sepakat menjaga suplai dan melaporkan kondisi stok. Para produsen juga menyampaikan mereka surplus, jadi untuk Nataru tidak ada masalah,” jelas Mendag.

Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi beli berlebihan.

“Masyarakat Pontianak banyak yang merayakan Nataru. Tidak usah khawatir, barang terjamin dan harga stabil,” tegasnya.

Pemerintah pusat dan daerah, lanjut Mendag, akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan stabilitas harga tetap terjaga menjelang Nataru.

  • Bagikan