Dinkes Pastikan Standar Gizi dan Higiene Program MBG Terpenuhi

  • Bagikan

SUARAINDO.ID —— Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, memastikan seluruh pengaturan menu dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah disusun dan diawasi oleh tenaga ahli gizi yang ditempatkan langsung di masing-masing dapur.

‎Pelaksanaan program pemenuhan gizi yang menyasar penerima manfaat lintas kelompok usia, mulai dari usia sekolah hingga kelompok rentan B3, yakni ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.

‎“Pengaturan menu sepenuhnya diatur oleh ahli gizi yang ada di SPPG. Tentu menunya harus disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaat,” jelasnya, Selasa 27 Januari 2026.

‎Secara umum terdapat dua skema manfaat dengan alokasi anggaran menu sebesar Rp8.000 dan Rp10.000.

Perbedaan tersebut berdampak pada porsi dan komposisi menu, yang tetap disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran.

‎Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Lombok Timur melakukan koordinasi intensif dengan SPPG melalui puskesmas di wilayah masing-masing.

Dinkes juga telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh puskesmas agar berkoordinasi dengan SPPG, termasuk terkait standar penyusunan menu dan proses penyajian makanan.

‎“Mulai dari proses awal pengolahan sampai penyajian makanan menjadi perhatian kami, terutama dari sisi higiene, sanitasi, dan kualitas air,” ujarnya.

‎Lalu Aries menegaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG telah menempatkan ahli gizi sendiri, sehingga Dinas Kesehatan bersifat melakukan koordinasi dan sinkronisasi standar.

Seluruh acuan teknis pelaksanaan program tetap merujuk pada petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan oleh BGN.

‎Selain itu, Lalu Aries menambahkan bahwa penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan kewenangan Dinas Kesehatan.

Proses penerbitannya dilakukan melalui tahapan yang ketat dan terukur.

‎“SPPG harus mengajukan permohonan secara resmi dengan melampirkan titik koordinat lokasi serta KTP penanggung jawab. Setelah itu kami lakukan visitasi untuk menilai kelayakan dari sisi higiene, sanitasi, serta kualitas air yang diuji melalui laboratorium,” jelasnya.

‎Hingga saat ini, jumlah SPPG yang telah mengantongi SLHS bersifat dinamis.

Berdasarkan data terakhir, sekitar 140 dapur MBG telah mendapatkan sertifikat SLHS.

‎“Data ini terus bergerak setiap hari. Hari ini akan kami cek kembali untuk memastikan jumlah terbarunya,” pungkas Lalu Aries.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan