Geram Narkoba dan Teror Tak Terungkap, Ratusan Warga Air Upas Gelar Aksi “Masyarakat Menggugat”

  • Bagikan
Warga turun ke jalan dalam aksi damai bertajuk “Masyarakat Air Upas Menggugat” untuk menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap maraknya peredaran narkoba. SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Kesabaran warga Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, akhirnya tumpah ke jalan. Pada Kamis (22/1/2026), ratusan warga menggelar aksi damai bertajuk “Masyarakat Air Upas Menggugat”, menuntut ketegasan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus mengungkap rangkaian teror yang belum terpecahkan sejak 2025.

Aksi dimulai dengan long march dari Lapangan Bola Benua Sekaling menuju Polsubsektor Air Upas. Pawai tersebut menjadi simbol perlawanan warga terhadap rasa takut dan ketidakpastian yang selama ini membayangi kehidupan masyarakat setempat.

Dalam sejumlah orasi, massa menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya peredaran narkoba di wilayah Air Upas. Menurut mereka, narkoba bukan lagi ancaman laten, melainkan persoalan serius yang telah menggerogoti tatanan sosial dan menyasar anak-anak usia sekolah.

Tokoh pemuda Air Upas, Candra, menilai persoalan narkoba terkesan dibiarkan berlarut-larut tanpa arah penyelesaian yang jelas. Ia menegaskan masyarakat tidak lagi puas jika aparat hanya menangkap pengguna atau pelaku kecil di lapangan.

“Ini bukan masalah baru. Narkoba sudah lama ada, tapi yang ditangkap selalu yang kecil. Sementara bandarnya seolah tidak tersentuh,” tegas Candra di hadapan massa aksi.

Nada kekecewaan serupa disampaikan Heri Anderson. Ia mempertanyakan masa depan generasi muda Air Upas jika peredaran narkoba terus dibiarkan tanpa penanganan serius.

“Anak-anak sudah jadi sasaran. Kalau ini terus terjadi, siapa yang bertanggung jawab atas masa depan mereka?” ujarnya lantang.

Selain persoalan narkoba, warga juga menyoroti belum terungkapnya serangkaian aksi teror berupa pembakaran rumah dan penembakan yang terjadi di Dusun Petuakan, Desa Air Upas, sejak tahun 2025. Hingga kini, pelaku teror tersebut belum tertangkap, sementara masyarakat mengaku hidup dalam rasa cemas dan tidak aman.

“Teror terjadi, rumah dibakar, ada penembakan. Tapi pelakunya masih bebas. Ini yang membuat masyarakat merasa tidak aman,” kata Heri.

Dalam aksi damai tersebut, warga menyampaikan empat tuntutan utama, yakni mendesak aparat kepolisian memberantas peredaran narkoba hingga ke pelosok desa, menangkap bandar besar narkoba, mengungkap secara tuntas kasus teror yang terjadi, serta membuka ruang kemitraan yang serius antara masyarakat dan kepolisian.

Warga menegaskan aksi damai ini merupakan bentuk tekanan moral agar aparat penegak hukum segera bertindak nyata, bukan sekadar janji. Mereka juga menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut kembali diabaikan.

Menanggapi aksi tersebut, Kasat Narkoba Polres Ketapang IPTU Dewa Made Surita menyampaikan apresiasi atas keberanian masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian positif terhadap keamanan dan masa depan generasi muda.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat kepolisian saja. Dukungan dan keberanian masyarakat untuk peduli serta melaporkan sangat dibutuhkan agar generasi muda, termasuk anak-anak usia sekolah, dapat terselamatkan dari bahaya narkoba,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat sebagai kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba serta teror.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan