Kasus Stunting Meningkat, Optimalkan Pangan Lokal

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——- Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya membuka talkshow gizi bertema “Pangan Lokal, Gizi Optimal, Sehat dari Bumi” yang digelar di Ballroom Kantor setempat Selasa 27 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026 yang diperingati setiap 25 Januari.

‎Sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah Daerah Lombok Timur berkomitmen untuk membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai organisasi non-pemerintah (NGO), khususnya dalam penanganan permasalahan sosial, termasuk isu gizi dan stunting.

‎Selain itu, Wabup menyoroti kebijakan gizi nasional yang saat ini mengarah pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta percepatan penurunan angka stunting.

Menurutnya, Persagi memiliki peran strategis dalam membekali para ahli gizi agar mampu menyusun dan menyajikan menu gizi seimbang yang tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).

‎Saat ini, Kabupaten Lombok Timur tercatat memiliki 213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 171 SPPG di antaranya telah beroperasi.

Program MBG diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya penurunan stunting di daerah tersebut.

Berdasarkan data terakhir, angka stunting di Lombok Timur pada Desember 2025 berada di angka 22,39 persen, sementara pada Januari 2026 tercatat penambahan kasus baru sebesar 0,8 persen atau sebanyak 545 kasus.

‎Sementara itu, Manager Wahana Visi Indonesia, Sidik Lando, menekankan pentingnya penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan anak-anak yang sehat dan berkualitas.

‎Sinergi antara Lombok Timur, Lombok Utara, dan Persagi sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas wilayah dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

‎Sidik menyebutkan, Lombok memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah yang dapat dimanfaatkan secara optimal melalui pangan lokal.

Tema kegiatan ini, lanjutnya, menjadi ajakan kepada seluruh pihak untuk memaksimalkan pemanfaatan pangan lokal sebagai langkah pencegahan stunting, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan nasional.

“Sehat dimulai dari diri kita, sehat dari bumi kita,” ujarnya.

‎Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan komitmen seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal dan kolaborasi lintas sektor.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan