AHY Ajak 1.588 Lulusan UNSRI Jadi SDM Unggul, Siap Hadapi Ketidakpastian Global

  • Bagikan
Foto bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A., Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., dan civitas (SuaraIndo.id/Dok)

SuaraIndo.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A., memberikan orasi motivasi kepada 1.588 lulusan Universitas Sriwijaya (UNSRI) dalam Upacara Wisuda ke-181 yang digelar di Auditorium Kampus Indralaya, Rabu (11/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, AHY mendorong para lulusan untuk menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu beradaptasi dan bersaing di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Dunia mungkin tidak stabil dan masa depan penuh ketidakpastian. Namun, dengan optimisme yang realistis, kita bisa melangkah dengan arah, keberanian, dan kekuatan,” ujar AHY dalam pidatonya.

Pada periode wisuda kali ini, UNSRI meluluskan 1.588 mahasiswa, dengan 718 di antaranya meraih predikat cum laude. Prosesi wisuda dilaksanakan dalam dua sesi, yakni sesi pertama pada 11 Februari 2026 sebanyak 679 lulusan dan sesi kedua pada 12 Februari 2026 sebanyak 909 lulusan.

Para wisudawan berasal dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Ekonomi, Hukum, Teknik, Kedokteran, Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Komputer, Kesehatan Masyarakat, hingga Program Pascasarjana.

Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran AHY yang dinilainya memberikan motivasi besar bagi para lulusan.

Menurutnya, kehadiran pejabat negara di momen wisuda menjadi penyemangat sekaligus penguat kepercayaan diri mahasiswa dalam memasuki dunia profesional.

“Wisuda kali ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Bapak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Kehadiran beliau memberikan energi positif bagi seluruh civitas akademika,” kata Prof. Taufiq.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan wali mahasiswa atas dedikasi dan pengorbanan dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.

“Kami mendoakan agar jerih payah orang tua dalam mendidik putra-putrinya bernilai ibadah dan membawa keberkahan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberi manfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Rektor turut mengingatkan para alumni agar senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi integritas, serta mengedepankan etika dan moral dalam setiap peran yang dijalani.

Dalam prosesi wisuda, UNSRI juga meluluskan empat penerima beasiswa dari Bank Indonesia, Bank Central Indonesia, Karya Salemba Empat, dan APJS Pusri.

Selain itu, universitas memberikan piagam penghargaan kepada mahasiswa berprestasi akademik dan yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka selama masa studi.

Dalam orasinya, AHY menyoroti berbagai tantangan global yang tengah dihadapi dunia, mulai dari perubahan iklim, disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan, urbanisasi, kelangkaan sumber daya, hingga konflik geopolitik yang berdampak pada perekonomian global.

Ia menilai kondisi tersebut menuntut generasi muda Indonesia untuk memiliki daya saing, ketangguhan, serta kemampuan beradaptasi yang tinggi.

“Kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah Indonesia mampu bertahan menghadapi ketidakpastian global. Jawabannya: harus mampu. Bahkan, kita harus menjadi pemenang di abad ke-21,” tegasnya.

AHY menekankan bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia terletak pada kualitas sumber daya manusianya, bukan semata pada kekayaan alam.

Dengan bonus demografi yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju apabila mampu meningkatkan kualitas pendidikan, membangun karakter, serta menanamkan nilai integritas sejak dini.

Sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung.

Menurutnya, pembangunan harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Infrastruktur harus menghadirkan keadilan sosial. Ia harus mendukung pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan kesejahteraan rakyat. Tidak boleh ada yang tertinggal,” katanya.

“No man, no region, no generation is left behind,” tambahnya.

AHY juga mengajak para alumni untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperkuat kompetensi, serta tidak takut menghadapi kegagalan dalam perjalanan karier.

Ia menekankan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran menuju kesuksesan.

“Jangan pernah takut jatuh. Setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh dan menjadi lebih kuat,” ujarnya.

Menutup orasinya, AHY kembali mengingatkan pentingnya menjaga semangat optimisme dalam menghadapi masa depan.

“The world may be unstable, the future may be unclear, but optimism gives direction, courage, and strength,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan