SUARAINDO.ID —– Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Guru PIAUD, Meningkatkan Kompetensi Konseptual dan Praktik Penyajian Makan Tambahan (PMT) untuk Anak Usia Dini (AUD)” diaula kampus setempat Jumat 30 Januari 2026.
Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas guru PAUD dalam memahami aspek gizi serta praktik penyajian makanan tambahan yang sehat, aman, dan bergizi bagi anak usia dini.
Pendampingan diikuti oleh guru dari sejumlah sekolah mitra dan lembaga PAUD, TK, RA, dan SPS yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Beberapa lembaga yang terlibat antara lain TK Bumi Gora Lombok Timur, TK Negeri 2 Masbagik, PAUD IT Qurrota A’yun Kelurahan Taman Sari Ampenan Mataram, TK Purnama Mataram, TK Mulajati Dusun Kerurak Desa Segara Katon Kecamatan Gangga Lombok Utara, RA Batu Rakit Kecamatan Bayan, TK Insan Qur’ani Sembalun, KB Darul Faizin Janapria Lombok Tengah, KB Kanaq Muchtary Lombok Barat, serta TK Doremi Kecamatan Buer, Sumbawa Besar.
Kaprodi PIAUD IAIH Pancor, Baiq Halimatuzzuhrotulaini, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berfokus pada aspek pembelajaran, tetapi juga pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Pendampingan diselenggarakan untuk memastikan para guru PAUD memiliki pengetahuan konseptual sekaligus keterampilan praktis dalam penyajian makanan tambahan.
PMT bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dari dukungan tumbuh kembang anak usia dini.
Melalui program pengabdian ini, Prodi PIAUD IAIH Pancor ingin memperkuat peran guru sebagai garda terdepan dalam memastikan anak memperoleh asupan makanan yang sehat dan terukur di lingkungan satuan PAUD.
“Melalui program ini kami mendorong penguatan kapasitas guru PAUD agar mampu memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan tambahan yang sehat, tepat, dan terkelola dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Zuhro menyebutkan bahwa program tersebut menargetkan peningkatan pemahaman guru mengenai gizi AUD, kemampuan menyusun dan menyajikan PMT yang sehat, serta pengelolaan program PMT secara efektif dan berkesinambungan di satuan PAUD.
Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan dengan metode terpadu yang mengombinasikan penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi, serta praktik langsung penyusunan dan penyajian PMT.
Metode ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung di lembaga masing-masing.
“Skema pelatihan ini diterapkan supaya guru tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap mengimplementasikan keterampilan penyajian PMT di satuan PAUD,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan pendampingan guru PAUD tersebut direncanakan menjadi agenda rutin pengabdian Prodi PIAUD IAIH Pancor ke depan sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.
Selain meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, kegiatan ini juga memperkuat jejaring kerja sama dengan lembaga-lembaga PAUD di wilayah NTB.
Zohro berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan lembaga PAUD dalam pengembangan program penguatan kapasitas guru serta peningkatan layanan pendidikan anak usia dini.













