Suaraindo.id – Direktur Jenderal Pemasyarakatan RI, Mashudi, meresmikan Dapur Sehat Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (02/03/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari penguatan program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Mashudi menyampaikan, program ketahanan pangan dan pengembangan UMKM dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, baik di lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah tahanan (rutan), LPKA, lapas perempuan, maupun lapas anak.
“Program ketahanan pangan dan UMKM ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antarsatuan kerja perlu terus diperkuat agar produksi dan kebutuhan pangan dapat saling menopang. Hal ini juga mencakup kerja sama dengan pihak ketiga serta koperasi untuk menciptakan sirkulasi distribusi yang lebih efektif.
“Kalau satu lapas dan yang lain saling menopang, ini akan menciptakan sirkulasi yang baik dalam penyediaan pangan, baik untuk kebutuhan warga binaan, pihak ketiga, maupun pegawai,” jelasnya.
Ia mencontohkan produksi ayam potong di salah satu lapas yang mampu mencapai ribuan ekor. Dengan perencanaan konsumsi yang terukur, potensi tersebut dinilai dapat dioptimalkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan internal sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.
Selain di Lapas Kelas IIA Pontianak, peresmian dapur sehat juga dilakukan di sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) lainnya di Kalbar, yakni Lapas Kelas IIB Singkawang, Rutan Kelas IIA Pontianak, Rutan Kelas IIB Landak, dan Rutan Kelas IIB Sambas. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan makanan serta pemenuhan kebutuhan gizi warga binaan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalbar, Jayanta, menyatakan kunjungan kerja Dirjenpas menjadi momentum strategis dalam memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di daerah.
“Kunjungan kerja Bapak Dirjenpas ke Kalimantan Barat merupakan momentum strategis dalam penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, sekaligus memastikan implementasi 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berjalan optimal hingga tingkat UPT,” ujarnya.
Jayanta menambahkan, dalam mendukung program pembinaan kemandirian, Kanwil Ditjenpas Kalbar bersama 16 UPT memanfaatkan lahan seluas 8,1 hektare untuk mendukung ketahanan pangan.
Data periode Januari hingga 28 Februari 2026 mencatat hasil panen sektor perkebunan dan pertanian mencapai 4.481 kilogram, perikanan 465 kilogram, serta peternakan 17 ton, termasuk dari ternak ayam di Lapas Pontianak.
Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan internal, tetapi juga meningkatkan keterampilan produktif warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.
“Harapannya, warga binaan memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat, sekaligus mendukung kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan,” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













