Penetapan Dirut PDAM Tirta Musi Dinilai Lamban, Persaudaraan 98 Sumsel Soroti Dugaan Unsur Politik

  • Bagikan
Juru Bicara Persaudaraan 98 Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan (SuaraIndo.Id/Dok Ist)

SuaraIndo.Id — Proses penetapan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PDAM Tirta Musi Palembang menuai sorotan.

Persaudaraan 98 Sumatera Selatan menilai tahapan seleksi yang hingga kini belum rampung menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola, bahkan terkesan sarat kepentingan politik.

Ketua Persaudaraan 98 Sumsel, DD Shineba, SH., MH melalui juru bicara Persaudaraan 98 Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, menyampaikan kritik keras terhadap lambannya proses penetapan direksi perusahaan air minum milik daerah tersebut.

“Aspek profesionalitas dalam penentuan Dirut PDAM Tirta Musi harus menjadi prioritas utama. Namun yang kami lihat, proses ini berjalan lambat dan menimbulkan kesan adanya tarik-menarik kepentingan politik,” kata Asrul dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Ia mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam memastikan proses seleksi berjalan transparan dan bebas intervensi.

“Jika semua tahapan sudah selesai dan nama-nama calon sudah dikirim ke Kementerian Dalam Negeri, mengapa hingga kini belum ada kepastian? Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Menurut Asrul, posisi Dirut PDAM Tirta Musi sangat strategis karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih. Karena itu, proses penetapannya tidak boleh berlarut-larut.

“Ini bukan sekadar jabatan administratif, tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Keterlambatan ini berpotensi menghambat peningkatan pelayanan air bersih di Palembang,” tegasnya.

Pihaknya juga mendesak Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait perkembangan proses tersebut.

“Kami meminta Wali Kota Palembang tidak lepas tangan. Harus ada kejelasan kepada masyarakat. Jangan sampai muncul persepsi bahwa proses ini dikendalikan oleh kepentingan tertentu,” pungkas Asrul.

Persaudaraan 98 Sumsel menegaskan akan terus mengawal proses ini agar tetap berjalan sesuai prinsip transparansi, profesionalitas, dan kepentingan publik.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan bahwa proses penetapan Dirut PDAM Tirta Musi saat ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Nama-nama calon direksi, yang terdiri atas Dirut, Direktur Umum, dan Direktur Keuangan, telah dikirim untuk mendapatkan pertimbangan.

Dewa mengungkapkan, panitia seleksi telah merampungkan seluruh tahapan, mulai dari rekapitulasi nilai hingga wawancara terhadap enam kandidat, masing-masing tiga calon untuk posisi Dirut dan tiga untuk Direktur Umum serta Keuangan.

Namun demikian, hingga kini belum ada kepastian waktu terkait penetapan maupun pelantikan direksi baru, karena masih menunggu hasil akhir dari Kemendagri.

Adapun tiga nama calon Dirut PDAM Tirta Musi yang telah mengikuti proses seleksi adalah Muhammad Azharuddin, Oka Wiryadi Kurniawan, dan Teddy Andriansyah. Mereka sebelumnya telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada awal November 2025. ***

  • Bagikan