Grebeg Suro 2026 di Singkawang Digelar, Wako Tjhai Chui Mie Gaungkan Harmoni Budaya
Ribuan warga memadati kawasan Kridasana untuk menyaksikan pembukaan festival yang dimeriahkan bazar kuliner, pertunjukan seni budaya, serta berbagai atraksi tradisional. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat membuka acara menegaskan bahwa tema “Harmonis Budaya di Kota Toleran” merupakan representasi nyata keberagaman yang hidup berdampingan di Kota Singkawang.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya serta memperkuat semangat kebersamaan dan kebanggaan Kota Singkawang. Grebeg Suro harus berkelanjutan, bukan sekadar seremonial setahun sekali. Ini bentuk komitmen Pemkot menjaga toleransi antar suku dan agama sekaligus mendorong sektor pariwisata,” ujar Tjhai Chui Mie di hadapan unsur Forkopimda, tamu undangan, dan masyarakat yang hadir.
Menurutnya, pelaksanaan Grebeg Suro tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Jawa yang berkembang di Singkawang, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan berbagai etnis dan budaya yang selama ini hidup harmonis di Kota Seribu Kelenteng.
Pada acara itu, panitia telah menyiapkan agenda puncak berupa Kirab Budaya yang digelar pada Minggu (21/6/2026) mulai pukul 19.20 WIB. Arak-arakan akan menampilkan dua gunungan, kesenian Reog, serta Jaranan dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Dua gunungan akan diberangkatkan dari Kantor Wali Kota Singkawang di Jalan Firdaus dan Rumah Dinas Wali Kota, kemudian bertemu melalui jalur Jalan Gusti Sulung Lelanang sebelum berakhir di Stadion Kridasana.
Panitia membuka area kegiatan untuk masyarakat umum mulai pukul 14.00 WIB dengan harapan pelaksanaan kirab budaya dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Singkawang.
Komentar
Posting Komentar