SuaraIndo.Id – Korwil BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan, M Togar Rayditya, S.H., M.H., menjadi pembicara utama pada kegiatan Seminar Kebangsaan bertajuk “Kepastian Hukum dan Kebijakan Ekonomi sebagai Pilar Kemandirian Bangsa” pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Auditorium UIN Raden Fatah Palembang.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan peserta dari berbagai lembaga, meliputi akademisi, pengusaha muda, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Seminar Nasional diselenggarakan untuk membahas pentingnya kepastian hukum serta arah kebijakan ekonomi dalam memperkuat kemandirian bangsa.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang peran kepastian hukum dalam pembangunan ekonomi, Mendorong lahirnya pemimpin muda yang memahami arah kebijakan ekonomi nasional, Menguatkan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha, Menghadirkan edukasi publik seputar perkembangan regulasi ekonomi dan peran OJK dalam stabilitas sistem keuangan.
Dalam materinya yang dikemas Mendorong Kepastian Hukum dan Ekonomi sebagai Pilar Kemandirian Bangsa Dalam Strategi Bisnis Berkelanjutan.
Menarik, membahas dua pilar yang saling menopang tersebut dalam memanfaatkan bonus demografi saat ini. Dengan hukum yang pasti dan ekonomi yang inklusif, bonus demografi menjadi kekuatan besar menuju kemandirian bangsa dalam menghadapi strategi bisnis berkelanjutan, pungkas Togar.
Dalam sesinya, ia mengapresiasi kegiatan seminar tersebut, karena memiliki peran strategis dalam literasi sekaligus mencetak pengusaha-pengusaha pemula muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing, sehingga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Seminar ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memahami dinamika hukum dan ekonomi nasional dari perspektif profesional.
Melalui keterlibatan berbagai lembaga dan tokoh, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat wawasan kebangsaan serta membangun generasi muda yang siap berkontribusi pada kemandirian ekonomi Indonesia.
“Melalui Seminar Kebangsaan ini, diharapkan lahir para kader pengusaha muda yang memiliki visi besar, mental yang kuat, dan semangat berinovasi untuk membangun perekonomian Sumatera Selatan lebih Sejahtera dan Maju.” ujar Korwil Togar.
Selain itu, katanya, Seminar Kebangsaan yang digelar juga menjadi ajang memperluas jejaring sesama antar mahasiswa yang menjadi pelaku usaha pemula sekaligus membuka peluang investasi di berbagai sektor, khususnya di lingkungan UMKM.
“Oleh karena itu, BPD HIPMI Sumatera Selatan siap bersinergi dengan FEB UIN dalam mendorong iklim usaha yang kondusif.” singkatnya
Sementara itu, Korwil BPD HIPMI Sumsel, juga menekanka pentingnya peran mahasiswa ketika lulus dapat menjadi pendorong banyaknya pencipta lapangan kerja dengan tujuan berani menjadi pengusaha muda dalam membangun kemajuan daerah.
Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perubahan jaman yang semakin cepat, dimana dunia sudah memasuki era industri digital dan bisnis keberlanjutan yang menghubungkan manusia, mesin, dan data, hingga lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Korwil Togar juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi pengusaha muda saat ini. Ia merincikan enam hal yang perlu menjadi perhatian, yaitu: digitalisasi, perubahan nilai dan budaya, tantangan lingkungan dan iklim, persaingan, keterbatasan lapangan pekerjaan, hingga ketimpangan ekonomi dan keterbatasan akses permodalan.
Togar turut menyoroti peran strategis pemuda dalam menghadapi era Industri 5.0, yang harus dibarengi dengan semangat menjadi innovator tekonologi, pembelajar sepanjang hayat, wirausaha muda (technopreneur), penggerak ekonomi berkelanjutan, hingga agen kolaborasi antara manusia dan mesin (data).
“Generasi muda harus memiliki semangat inovasi dan mampu menciptakan produk maupun layanan baru yang relevan dengan tren pasar. Anak muda juga perlu terampil memanfaatkan teknologi digital, seperti e-commerce dan media sosial, untuk membantu UMKM dalam pemasaran dan penjualan.
Selain itu, anak muda diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi digital pelaku UMKM, sehingga pengelolaan bisnis menjadi lebih efisien dan efektif,” kata Korwil HIPMI Sumsel itu
Dia juga memaparkan sejumlah aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam memulai sebuah usaha. Aspek tersebut adalah menemukan potensi dan keinginan dalam diri, menetapkan visi dan tujuan yang jelas, mempelajari serta menguji usaha yang akan dijalankan, menguasai pengetahuan pendukung yang dibutuhkan, menyiapkan modal atau dukungan finansial yang memadai, menyusun strategi bisnis yang tepat, memperluas jejaring (networking), siap menghadapi jatuh bangun kegagalan, bersikap fleksibel dalam adaptif strategi, hingga berani melakukan investasi leher ke atas atau menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Pemaparan yang disampaikan Togar berlangsung menarik. Dengan gaya presentasi yang khas anak muda, santai, interaktif, dan penuh energi, Ia mampu menciptakan suasana diskusi yang hidup.
Apalagi, mayoritas peserta yang hadir adalah generasi muda, sehingga interaksi berlangsung akrab dan cair. Penyampaian materi yang jelas, relevan dengan tren terkini, serta dibumbui contoh konkret membuat audiens fokus dan antusias.
Alhasil, banyak peserta yang terlibat aktif, mengajukan pertanyaan, berbagi ide, hingga memberikan masukan konstruktif sepanjang sesi. (Rilis)













