Suaraindo.id — Upaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan pesisir terus dilakukan di Desa Pelapis, Kecamatan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Sebanyak 64 ibu rumah tangga dari tiga dusun mengikuti pelatihan pengolahan hasil perikanan yang diinisiasi PT Dharma Inti Bersama (DIB), Desember 2025.
Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan perempuan dalam mengolah ikan hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha baru untuk menambah pendapatan keluarga. Peserta berasal dari Dusun Kelawar sebanyak 28 orang, Dusun Durun Jaya 22 orang, dan Dusun Raya 14 orang.
Pelatihan dipandu tenaga ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan dukungan tim CSR PT DIB. Evaluasi pascapelatihan menunjukkan para peserta mampu menghasilkan produk olahan ikan dengan kualitas yang baik, mulai dari bentuk, tekstur, hingga cita rasa yang telah memenuhi standar mutu.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi PT DIB dengan Pemerintah Desa Pelapis, sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan ekonomi masyarakat sesuai karakter wilayah pesisir. Produk hasil pelatihan saat ini telah memiliki jaminan pasar karena diserap oleh proyek yang sedang berjalan di kawasan Penebang. Ke depan, peluang pemasaran ke pasar yang lebih luas tetap terbuka seiring peningkatan kapasitas produksi dan kelengkapan perizinan.
Adapun produk utama yang dikembangkan dalam pelatihan ini adalah bakso ikan dan nugget ikan. Selain keterampilan teknis pengolahan, peserta juga dibekali materi pengemasan yang menarik, pentingnya sanitasi dan higienitas, serta pelatihan perhitungan modal dan biaya usaha agar mampu memahami aspek finansial dan kelayakan bisnis.
External Relation Manager PT DIB, Seno Ario Wibowo, mengatakan perusahaan berkomitmen mendorong peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Menurutnya, sebagai pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), PT DIB ingin hadir sebagai mitra pembangunan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap nelayan dan keluarganya memiliki sumber pendapatan tambahan di luar musim tangkap. Ini juga bagian dari komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, produk olahan yang dihasilkan telah mengantongi sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan tengah dalam proses pengajuan perizinan lanjutan. “Prioritas kami saat ini adalah sertifikasi halal sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan dan kenyamanan konsumen. Sementara izin BPOM direncanakan akan diurus tahun depan agar produk bisa dipasarkan lebih luas dan legal,” pungkasnya.













