Suaraindo.id – Sebuah video yang menampilkan dugaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oplosan atau palsu sempat viral di media sosial dan menyita perhatian masyarakat Kabupaten Kubu Raya.
Dalam video tersebut, beras SPHP yang dibeli di salah satu warung di Kubu Raya tampak berwarna kekuningan dan kehitaman, banyak butiran yang pecah, serta disebut cepat basi saat dimasak. Unggahan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait kualitas beras SPHP yang beredar di pasaran.
Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Perum Bulog Kalimantan Barat, Rasiwan, menegaskan bahwa Bulog selalu melakukan pengecekan kualitas sebelum beras disalurkan kepada masyarakat.
“Dalam mekanisme kami, sebelum komoditas keluar dari gudang, petugas melakukan pengecekan untuk memastikan kualitas beras yang akan disalurkan sudah sesuai standar,” ujar Rasiwan saat ditemui di Gudang Bulog Sungai Raya, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat Kalimantan Barat tidak perlu khawatir apabila menemukan beras SPHP dengan kualitas yang tidak sesuai. Bulog, kata dia, membuka ruang pengaduan dan siap melakukan penukaran beras.
“Kami berharap masyarakat maupun jaringan Bulog segera melapor jika menemukan beras yang kualitasnya tidak sesuai standar. Kami memiliki tim pemantau SPHP, laporan bisa disampaikan melalui jaringan atau gudang Bulog. Beras tersebut siap kami tukar atau ganti,” tegasnya.
Rasiwan mengungkapkan, hingga saat ini Bulog Kalbar belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait dugaan beras SPHP oplosan tersebut. Informasi yang beredar baru diketahui melalui media sosial.
“Secara resmi belum ada laporan yang masuk ke kami, baru dari media sosial. Namun informasi itu langsung kami tindak lanjuti dengan menghubungi pihak pengunggah video agar segera melaporkan ke Bulog dan kami bisa melakukan penggantian,” tuturnya.
Ia menambahkan, beras SPHP yang saat ini beredar merupakan stok tahun 2024 jenis impor Vietnam. Meski telah melalui proses sortir dan pengemasan sesuai standar, Bulog mengakui masih ada kemungkinan temuan kualitas yang tidak seragam.
“Kami sudah melakukan penyortiran, namun dalam proses kerja tidak bisa menjamin semuanya sempurna. Karena itu, kami akan memperketat pengawasan dan pemeriksaan kualitas ke depannya,” jelas Rasiwan.
Ia memastikan, seluruh tim di gudang-gudang Bulog se-Kalimantan Barat terus menjalankan pengawasan ketat sebelum beras didistribusikan ke jaringan penjualan.
“Tim kami memonitor seluruh jaringan agar beras yang dijual ke masyarakat benar-benar memenuhi standar kualitas,” katanya.
Bulog Kalbar juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan beras SPHP dengan kualitas buruk. Laporan dapat disampaikan melalui jaringan Bulog, Rumah Pangan Kita (RPK), maupun kontak person resmi Bulog terdekat.
“Beras bisa langsung diganti. Terkait dugaan oplosan, itu menjadi ranah aparat penegak hukum untuk melakukan analisis lebih lanjut. Prinsip kami, setiap komoditas yang dikirim benar-benar dikawal oleh tim Bulog,” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













