Sekilas Info

Bisnis

Cerita Aakar Abyasa Fidzuno Mendirikan Jouska

Aakar Abyasa Fidzuno. Instagram/@aakarabyasa

Suaraindo.id- PT Jouska Finansial Indonesia yang didirikan Aakar Abyasa Fidzuno menjadi topik pembicaraan sepekan terakhir. Berawal dari keluhan klien di media sosial soal kejanggalan layanan Jouska, perusahaan penasihat keuangan itu kini berhenti beroperasi sementara.

Satuan Tugas Waspada Informasi memutuskan menghentikan operasional Jouska. Jouska dinilai melakukan kegiatan usaha sebagai penasehat investasi, dan agen perantara perdagangan efek tanpa izin.

Aakar mengatakan akan melengkapi persyaratan administrasi perizinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi terutama bagi klien, eks-klien, mitra Jouska, regulator, maupun pihak-pihak lain," kata dia melalui pernyataannya, Sabtu 25 Juli 2020.

Pada April 2019, Aakar sempat menuturkan panjang lebar soal kiprah Jouska kepada Bisnis.com. Dia bercerita Jouska didirikan bermula saat bertemu dengan perempuan korban investasi bodong.

Setelah ditelisik, perempuan tadi tidak paham investasi dan tergiur menempatkan dana di instrumen investasi bodong berkat saran seorang financial planner. Alih-alih memberikan saran bermanfaat, perencana keuangan tersebut malah memberikan saran berujung mudarat.

Berikut petikan wawancara Aakar dengan Bisnis pada April lalu yang kembali ditayangkan, Sabtu, 25 Juli 2020.

Apakah pengalaman itu yang akhirnya mendorong Anda untuk mendirikan Jouska?
Iya, jadi saya terdorong setelah ketemu klien yang bercerai dengan suaminya karena persoalan investasi. Istrinya itu menempatkan uangnya ke investasi bodong. Saya yang hampir tidak pernah berurusan dengan itu, karena di market A kan bicaranya sudah bagaimana dapat kredit bunganya murah, dan bagus, atau bagaimana investasi yang strategis. Jadi sangat berbeda dengan kasusnya kelas menengah.

Waktu itu saya cukup kaget, ada orang diceraikan karena investasi bodong. Kemudian, saya coba kulik kasusnya, dan ternyata ada banyak korbannya. Setelah saya cari tahu, ternyata korbannya itu sebenarnya tidak paham mengenai investasi. Mereka justru mendapatkan saran dari financial planner untuk berinvestasi ke produk itu.

Jadi, financial planner yang seharusnya memberikan saran terbaik bagi klien justru malah menyesatkan dan merugikan klien tersebut. Hal itu menyadarkan saya bahwa ada gap yang cukup lebar antara kalangan atas dengan kalangan menengah. Dari kasus tersebut juga saya akhirnya terdorong untuk memulai bisnis saya sendiri.

Lantas, kapan Jouska mulai efektif beroperasi?
Jouska ini mulai beroperasi efektif pada 27 Oktober 2015. Namun, sebelumnya saya tidak punya network di Jakarta, maka saya punya asisten untuk menghubungi beberapa financial planner yang sudah terkenal. Jadi pada batch awal itu kita punya 5 penulis buku, dan sudah prominent sebagai financial planner. Waktu mau mulai sekitar 6 bulan pertama, kita harus menentukan produk dan layanan.

Saya juga menemukan kenyataan bahwa dari financial planner yang eksisting dengan yang pernah saya jalani buat market itu ternyata gap-nya jauh. Ketika ditanya hal-hal yang lebih teknis itu banyak yang tidak tahu.

Kebanyakan financial planner yang praktek itu belum punya lisensi WMI [Wakil Manajer Investasi] dan WPPE [Wakil Perantara Pedagang Efek]. Padahal di industri ini lisensi itu menjadi hal yang mendasar.

Apa hal yang mendasari Jouska akhirnya menjadi perusahaan konsultan keuangan yang berbasis digital?
Pekerjaan advisor itu pekerjaan yang sangat menggoda iman, atau easy money. Sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat pekerjaan ini menjadi akuntabel dan auditable. Jadi kenapa kita going digital? bisa dilihat kita punya ruangan khusus server. Bahkan, semua PC [personal computer] itu saling terkoneksi, dan disediakan dari perusahaan. Jadi mengadopsi tidak ada personal chat dengan klien, karena hal itu termasuk pelanggaran.

Kita memang mengerjakan produk advisory ini sebagai produk perusahaan, bukan produk personal. Jadi, prosesnya itu dari hulu hingga ke hilir. Maksudnya, di Jouska itu setiap divisi punya pekerjaan masing-masing, tidak dijalankan secara individual.

Kalau dulu produk financial advisor ini selalu dijalankan secara individual, dan kesalahan itu terjadi selama bertahun-tahun dan membuat industri ini susah untuk scale up. Jadi kita ini menyebut diri kita sebagai financial advisor yang reinvented, jadi kita reinvented diri kita untuk mengikuti teknologi.

Penulis: Teras
Editor: Heni Sutriati
Sumber: Teras.id

Baca Juga