Sekilas Info

Pengamanan

59 Negara Tutup Pintu untuk WNI, Kepala BKPM: Daerah yang Tak Aman pun Didatangi Investor

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

Suaraindo.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan 59 negara menutup pintu bagi warga negara Indonesia atau WNI tidak akan berpengaruh terhadap iklim investasi. Ia menyebut investor tetap akan masuk ke Tanah Air kendati kurva penyebaran Covid-19 masih tinggi.

“Kalau dalam konteks bisnis, daerah yang tidak aman pun didatangi (pemodal). Indonesia adalah negara tujuan investasi yang menjanjikan,” ujar Bahlil dalam konferensi virtual, Selasa, 8 September 2020.

Pembatasan kunjungan WNI berkaitan dengan tingginya kasus positif Corona di Tanah Air. Hingga Senin, 7 September 2020, total kasus virus Corona di Indonesia mencapai 196.989 orang. Jumlah pasien sembuh total 140.652 orang, dan 8.130 pasien dilaporkan meninggal.

Salah satu negara yang membatasi kunjungan dari Indonesia ke negaranya adalah Malaysia. Larangan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada Selasa 1 September lalu dan berlaku mulai 7 September.

Bahlil mengakui pandemi yang terus berlangsung memang harus membuat negara waspada di segala aspek. Namun, ia meyakini realisasi investasi baik yang bersumber dari asing, dalam negeri, maupun investasi-investasi kecil tetap akan tercapai. “Sampai hari ini masih optimistis sesuai target,” ucapnya.

BKPM menargetkan realisasi investasi sepanjang 2020 mencapai Rp 886,1 triliun. Adapun dalam paruh pertama tahun ini, realisasi penanaman modal telah mencapai Rp 402,6 triliun atau 49,3 persen dari target.

Investasi pada semester I 2020 masih bersumber dari modal dalam negeri. Berdasarkan data BKPM, penanaman modal dalam negeri per Januari-Juni 2020 ialah Rp 207 triliun. Sedangkan penanaman modal asing sebesar Rp 195,6 triliun.

Penulis: Teras
Editor: Heni Sutriati

Baca Juga