Sekilas Info

Covid-19

Saya Tidak Bohong’, Trump Tegaskan Keseriusan Tangani Covid-19

Presiden Donald Trump berpidato dalam kampanye di Bandara Internasional MBS di Freeland, Michigan, 10 September 2020. (Foto: AP)

Suaraindo.id-“Saya tidak bohong,” kata Presiden Amerika Donald Trump menegaskan, dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis (10/9). Penegasan itu menanggapi pertanyaan Jon Karl, wartawan ABC News, satu stasiun televisi di Amerika.

Kepada Trump, Karl bertanya, “Mengapa Anda berbohong kepada rakyat Amerika?”

Pertanyaan itu diajukan setelah audio yang dirilis wartawan dan penulis Bob Woodward, menunjukkan bahwa Trump mengakui pada awal tahun ini bahwa dia ingin mengecilkan ancaman virus corona. Pengakuan itu disampaikan Trump kepada Woodward yang mewawancarainya.

Trump menyebut pertanyaan Karl itu tidak sopan. Ia hanya menerima pertanyaan dari dua reporter lain sebelum mendadak meninggalkan ruangan konferensi pers.

Presiden Trump juga berusaha menenangkan kericuhan yang muncul dari petikan 18 hasil wawancara yang dimuat Woodward dalam buku barunya, berjudul "Rage." ​ Ia mengatakan, jika Woodward menganggap komentarnya tentang virus corona sangat buruk, "seharusnya komentar itu segera dirilis ke publik," dan bukan menunggu berbulan-bulan untuk merilis rekaman itu.

Calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, mengomentari hal itu, Kamis (10/9), dalam acara di Florida. Menurut Harris, sikap Trump yang dikatakannya tidak peduli pada nyawa, kesehatan dan kesejahteraan rakyat Amerika, "sangat keterlaluan."

Menurut Pusat Informasi Virus Corona Johns Hopkins University, Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona telah menewaskan hampir 192 ribu orang di Amerika. Angka itu adalah jumlah kematian yang tertinggi di dunia. Hampir 6,4 juta dari 28 juta kasus penularan di seluruh dunia terjadi di Amerika.

Todd Belt, profesor manajemen politik di The George Washington University mengatakan pengungkapan dari buku tersebut mengenai respons Trump terhadap pandemic virus corona bisa menjadi amunisi politik bagi kedua kubu, Partai Republik dan Partai Demokrat.

“Tentu saja pihak Republik akan mengatakan “Begini, dia menunjukkan kepemimpinan. Dia tidak mau orang-orang menjadi panik,” kata Belt kepada VOA. “Sementara Demokrat akan mengatakan, “Begini, ini keputusan yang buruk, dan membuat masalah menjadi memburuk.’ Jadi, saya pikir, orang-orang mungkin akan menerjemahkan bagian ini dengan kacamata partisan yang sama.”

Woodward dikenal di dunia jurnalisme AS karena bersama wartawan the Washington Post, Carl Bernstein membongkar skandal korupsi politik, Watergate, pada 1970an. Liputan mereka berujung pada pengunduran diri Presiden Richard Nixon. [ka/ft]

Penulis: VOA
Editor: Heni Sutriati

Baca Juga