Sekilas Info

Iptek

Tiktok Kecewa Amerika Blokir Aplikasinya Mulai Besok

Ilustrasi aplikasi TikTok (ANTARA/Arindra Meodia)

Suaraindo.id- TikTok menyatakan kecewa dengan keputusan Kementerian Perdagangan Amerika Serikat yang memblokir unduhan dan pembaruan aplikasi TikTok mulai besok, 20 September 2020.

“Kami tidak setuju dengan keputusan Kementerian Perdagangan, dan kecewa karena akan memblokir unduhan aplikasi mulai Minggu serta melarang penggunaan aplikasi TikTok di Amerika mulai 12 November,” kata perwakilan TikTok kepada Xinhua.

“Komunitas yang terdiri dari 100 juta pengguna Amerika kami menyukai TikTok karena kami adalah rumah untuk hiburan, ekspresi diri, dan koneksi,” kata perusahaan teknologi berbasis di Los Angeles itu.

“Dan kami berkomitmen untuk melindungi privasi dan keamanan mereka selama kami bekerja untuk membawa kegembiraan bagi keluarga, serta menyediakan karir yang bermakna bagi mereka yang berkreasi di platform kami.”

Kementerian Perdagangan Amerika mengatakan kemarin bahwa mulai hari Minggu, setiap langkah untuk mendistribusikan atau memelihara TikTok di toko aplikasi seperti Apple Store dan Google Play akan dilarang. Larangan yang lebih luas terhadap aplikasi ini akan diterapkan mulai 12 November.

Menurut data perusahaan, jumlah total pengguna aktif bulanan TikTok pada Juni lalu di Amerika melonjak menjadi 91.937.040.

Gedung Putih dilaporkan sedang mempertimbangkan proposal yang diajukan oleh TikTok pada hari Senin, yang menurut perusahaan itu "akan menyelesaikan masalah keamanan Administrasi."

Oracle, perusahaan teknologi komputer multinasional Amerika yang berkantor pusat di California, mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan induk TikTok di Cina, ByteDance, untuk menjadi mitra terpercaya TikTok di Amerika.

Sebelumnya pada 6 Agustus, Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang transaksi Amerika dengan ByteDance, mengutip Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional. Larangan itu akan mulai berlaku pada 20 September.

Pada 14 Agustus, Trump menandatangani perintah eksekutif kedua yang memaksa ByteDance untuk menjual atau melepaskan bisnis TikTok Amerika dalam waktu 90 hari.

Saat waktu terus berjalan, investor Amerika yang terlibat dalam kesepakatan itu, termasuk Sequoia Capital dan General Atlantic, mendukung tawaran Oracle untuk membeli TikTok. Sebab, menurut situs Business Insider, perusahaan teknologi tersebut memiliki koneksi politik yang kuat dengan Trump.

TikTok menggugat pemerintah Amerika lantaran memblokir perintah yang dikeluarkan pada 6 Agustus, dengan alasan bahwa perintah tersebut tidak konstitusional. Trump, Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross dan Kementerian Perdagangan terdaftar sebagai tergugat dalam dakwaan 39 halaman itu.

Penulis: Teras
Editor: Heni Sutriati

Baca Juga