Sekilas Info

Pandemi Virus Corona

Tertinggi di Indonesia, DKI Hari Ini Catat Penambahan 3.536 Kasus Covid-19

Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

Suaraindo.id - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta melonjak lagi. Hari ini, Pemerintah DKI mencatat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3.536 orang.

Angka ini melebihi rekor kasus sebelumnya pada 13 Januari 2021 yaitu 3.476 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan penambahan kasus hari ini terdapat akumulasi 304 kasus dari satu rumah sakit swasta dan laboratorium yang baru dilaporkan hasil dari pemeriksaan tiga hari lalu.

"Tes PCR yang dilakukan hari ini sebanyak 16.924 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 14.218 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 3.232 positif dan 10.986 negatif," kata Dwi melalui keterangan tertulisnya.

Dwi menuturkan kenaikan kasus aktif di Jakarta hari ini juga cukup tinggi hingga 1.289 kasus. Sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 22.089 orang.

Sedangkan, jumlah konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 223.970 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 198.136 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 88,5 persen.

"Pasien yang meninggal sebanyak 3.745 orang," ucapnya. Adapun tingkat kematian karena Covid-19 di Ibu Kota mencapai 1, 7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,9 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 18,5 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 9,4 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Tingginya angka ini menempatkan DKI pada peringkat pertama penambahan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. Jawa Barat menyusul dengan 3.460 kasus dan berikutnya adalah Jawa Tengah dengan 1.997 kasus.

Sebelumnya, organisasi nirlaba LaporCovid-19 dan CISDI menyatakan layananan kesehatan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dalam kondisi genting.

Relawan tim Bantu Warga LaporCovid-19, Tri Maharani, mengatakan bahwa tanda-tanda kolaps layanan kesehatan sebenarnya sudah terindikasi sejak September 2020, yang kemudian mereda pada periode pemberlakuan PSBB di Jakarta.

"Menjelang pertengahan November 2020, saat pelaksanaan pilkada serentak dan libur Nataru, memperburuk ketidakmampuan RS menampung pasien," kata Tri dalam siaran tertulisnya, Jumat, 15 Januari 2021.

Pemerintah DKI telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB ketat untuk mengurangi angka Kasus Covid-19 di Ibu Kota. PSBB ketat diterapkan hingga 25 Januari 2021.

Penulis: Teras
Editor: Heny

Baca Juga