Sekilas Info

Gaya Hidup

Minuman Anggur yang Dibawa ke Luar Angkasa Terjual Rp 14 Miliar

Botol anggur Chateau Petrus 2000 dipertunjukkan pada konferensi pers menjelang lelang anggur Acker Merrall & Condit, 12 November 2008. (Foto: REUTERS/Bobby Yip)

Suaraindo.id---Minuman anggur sangat mengesankan. Harganya juga melejit ke angkasa.

Rumah lelang Christie’s mengatakan, Selasa (4/5), bahwa pihaknya menjual sebotol anggur Perancis yang pernah mengorbit selama lebih dari satu tahun di antariksa saat di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional. Rumah lelang itu yakin seorang ahli anggur mungkin rela membayar $1 juta atau sekitar Rp14,4 miliar untuk memiliki minuman itu.

Pétrus 2000 adalah satu dari 12 botol yang dikirim ke ruang angkasa pada November 2019 oleh para peneliti yang mengeksplorasi potensi pertanian antariksa. Minuman anggur itu kembali ke Bumi, 14 bulan kemudian. Menurut para ahli anggur yang mencicipi minuman itu dalam sebuah acara di Perancis, rasanya sedikit berubah.

Tim Tiptree, direktur internasional departemen anggur dan minuman beralkohol di Christie, mengatakan anggur ruang angkasa itu "dimatangkan dalam lingkungan unik" yang mendekati gravitasi nol di atas stasiun luar angkasa.

Perjalanan ruang angkasa itu mengubah anggur seharga Rp144,38 juta per botol yang terkenal karena rasanya yang kompleks, halus, tanin matang, dan rasa ceri hitam, kotak cerutu, dan kulit menjadi temuan ilmiah yang tidak biasa. Namun, kata Tiptree, masih sebotol anggur yang bagus.

"Ini anggur yang sangat harmonis yang memiliki kemampuan untuk matang dengan luar biasa. Karena itulah mengapa dipilih untuk eksperimen ini," katanya. “Sangat menggembirakan bahwa rasanya enak saat kembali ke Bumi.”

Perusahaan rintisan ruang angkasa swasta, Space Cargo Unlimited, mengirim minuman anggur itu ke orbit pada November 2019 sebagai bagian dari upaya untuk membuat tanaman di Bumi lebih tahan terhadap perubahan iklim dan penyakit dengan memaparkannya pada tekanan baru. Peneliti juga ingin lebih memahami proses pematangan, fermentasi, dan gelembung dalam anggur.

Pada uji rasa pada Maret di Institute for Wine and Vine Research di Bordeaux, Perancis, selusin penikmat anggur membandingkan salah satu anggur yang pernah dibawa ke ruang angkasa dengan sebotol anggur dari tahun pembuatan yang sama yang pernah disimpan di ruang bawah tanah.

Mereka mencatat perbedaan yang sulit dijelaskan. Jane Anson, seorang penulis di publickasi anggurm Decanter, mengatakan anggur yang ada di Bumi terasa sedikit lebih muda, sedangkan anggur yang dikirim ke ruang angkasa sedikit lebih lembut dan lebih aromatik.

Anggur, yang ditawarkan oleh Christie's dalam penjualan terutup, dilengkapi dengan sebotol Pétrus yang di Bumi dari tahun pembuatan yang sama, botol decanter, gelas, dan pembuka botol yang dibuat dari meteorit. Semuanya tersimpan di peti kayu buatan tangan dengan dekorasi yang terinspirasi oleh pelopor fiksi ilmiah, Jules Verne, dan film "Star Trek."

Hasil penjualan akan digunakan untuk mendanai penelitian masa depan oleh Space Cargo Unlimited. Beberapa botol lain dari selusin minuman anggur yang dikirim ke ruang angkasa masih belum dibuka, tetapi Christie mengatakan tidak ada rencana untuk menjualnya.

Tiptree mengatakan harga diperkirakan, "di kisaran $1 juta (Rp 14,4 miliar)," mencerminkan penjualan yang mungkin menarik bagi para penikmat anggur, penggemar ruang angkasa, orang-orang kaya yang mengumpulkan "pengalaman terbaik."

Satu paket itu termasuk botol 2000 Pétrus yang ada di Bumi sehingga pembeli dapat membandingkan keduanya - jika mereka memutuskan untuk membuka botol yang dikirim ke orbit.

“Saya berharap mereka akan memutuskan untuk meminumnya, tapi mungkin tidak segera,” kata Tiptree. Dia mengatakan minuman anggur ruang angkasa itu akan bertahan setidaknya dua atau tiga dekade lagi. [na/ft]

Penulis: VOA
Editor: Heny

Baca Juga