Warga Landean Gelar Ritual Ngaji Makam

  • Bagikan

Suaraindo.id— Ratusan Warga Dusun Landean Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur menggelar ngaji makam yang dipusatkan di bale lokak atau rumah tua Dusun setempat.

Ngaji makam sendiri dimaknai sebagai tanda syukur kepada Allah Sumbha Nahu wata’ala, yang telah memberikan limpahan rizky. Pada ritual ngaji makam, masyarakat mayoritas sebagai petani menyajikan berbagai hasil bumi untuk disedekahkan. Seperti padi, kelapa, kopi dan hasil pertanian lainnya.

Ritual ngaji makam digelar satu tahun sekali, setelah panen pertanian, antara bulan Juni dan Juli. “Kita menggelarnya satu tahun sekali,” kata tokoh agama Dusun Landean, Surumadi Kamis 10 Juni 2021.

Dijelaskan, ritual ngaji makam berlangsung selama lima hari setelah panen. Ritual diawali denhan mengelak atau membersihkan makam leluhur, menutu merantas atau menumbuk padi secara tradisional, mengolam makam atau ziarah makam. Puncak kegiatan ngaji makam pada hari kelima, yakni menyuda atau mengusap kening oleh para leluhur, ngurisang, nazar dan selamatan yang dipimpin langsung kiai adat.

Surumadi menambahkan, menggelar ritual ngaji makam, masyarakat diharuskan menggunakan pakaian adat, dengan tidak mengekan baju sebagai simbol pasrah diri pada sang pencipta.

Ritual ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam, hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Ritual yang dipusatkan di bale lokal atau rumah tua dan di makam Dusun setempat. Dari bale lokak, peserta ritual ngaji makam, harus berjalan kaki sepanjang 700 meter makam yang berada ditengah hutan.

Surumadi menambahkan, di makam peserta ritual melakukan kebersihan, yang kemudian berdo’a untuk meminta keselamatan dan limpahan rizki. Termasuk berdo’a agar penyebaran covid-19 segera hilang dari Lombok Timur.

Sementara di bale lokak menjadi pusat sajian hasil bumi, yang akan diolah menjadi berbagai makanan untuk disajikan pada peserta ritual ngaji makam. Meskipun ritual ngaji makam tanpa melibatkan unsur pemerintahan, namun ritual turun temurun dari leluhur setempat tetap berlangsung dengan aman.

Langkah tokoh adat dan peserta ritual ngaji makam yang tidak menggunakan masker saat kegiatan. Karena pada dasarnya ngaji makam sendiri dimaknai tidak hanya mensyukuri hasil bumi yang melimpah, namun juga sebagai tanda syukur diberikan kesehatan.

  • Bagikan