Oknum TNI Diduga Bekingi JNE Dalam Kasus Timbun Beras Bansos Presiden

  • Bagikan
Penyidik Polda Metro Jaya saat mendatangi lokasi penimbunan beras bansos Presiden Joko Widodo. (Foto: Suara.com)

Suaraindo.id – Pemilik lahan tempat dikuburnya beras bantuan presiden, Rudi Samin mengatakan JNE berani melakukan hal tersebut karena dibekingi oleh oknum TNI.

Ia menegaskan, pihak JNE tidak memiliki izin menggali dan menimbun beras bansos Presiden Joko Widodo di lahan miliknya.

Rudi mengatakan hal tersebut usai diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri hari ini.

“Itu pihak JNE dibekingi oleh oknum, sehingga dia berani,” ucap Rudi di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/8/2022).

Berdasarkan keterangan Rudi, oknum TNI tersebut berinisial S dan I. Rudi menuturkan para oknum TNI itu juga kerap melakukan pungutan liar terhadap pedagang di sekitar lokasi.Semua orang yang berjualan di situ sekitar 50 kios itu bayar kepada oknum tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Senin (1/8/2022), penyidik Polres Metro Depok telah memeriksa JNE terkait kasus ini.

JNE mengklaim beras yang ditimbun tersebut dalam kondisi rusak dan telah diganti ke pemerintah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, pernyataan terkait beras rusak dan sudah diganti itu hanya sebatas kesaksian lisan dari pihak JNE saat diperiksa penyidik.

“Keterangan ini belum didukung dokumen. Jadi ini masih keterangan secara lisan,” terang Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Selain memeriksa pihak perwakilan JNE, penyidik juga telah memeriksa perwakilan dari Kemensos (Kementerian Sosial).

“Penyidik Polres Depok melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap beberapa pihak yang hari ini sudah dilakukan di antaranya dari pihak Kemensos, JNE pusat dan JNE Depok,” tandasnya.

  • Bagikan