Penonton Piala Dunia Kedinginan pada Malam Pembukaan

  • Bagikan
Suasana di salah satu sudut tribun penonton di Stadion Al Bayt, Qatar, yang tidak terisi penuh, dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar melawan Ekuador pada 20 November 2022. (Foto: AP/Hassan Ammar)

Suaraindo.id – Udara ingin menerpa lebih dari 67.000 orang yang memadati Stadion Al Bayt pada malam pembukaan Piala Dunia di Al Khor, sebuah kota pinggir pantai di Qatar.

Malam yang sejuk itu jadi terasa lebih dingin karena mesin pendingin di stadion luar ruangan itu. Sebagian fans menyesal tak pakai baju yang lebih hangat.

“Sebenarnya, ini terlalu dingin,” kata Faisal Rasheed, seorang warga Qatar berusia 40 tahun. Ia datang untuk mendukung negaranya melawan Ecuador setelah upacara pembukaan ajang empat tahunan tersebut digelar.

Rasheed, yang mengenakan sweater dengan warna bendera dan seragam Qatar, mengatakan AC “bekerja dengan baik,” tapi ia mempertanyakan apakah masih perlu dinyalakan pada malam yang berangin.

Qatar menderita kekalahan 2-0 pada malam ketika suhu luar ruangan mencapai paling tinggi 23 derajat Celcius.

Piala Dunia itu diadakan pada bulan musim dingin, bukan Juni-Juli seperti biasanya, setelah penyelenggara memindahkan jadwalnya pada 2015. Perubahan jadwal itu dilakukan lima tahun setelah Qatar memenangkan hak sebagai tuan rumah, karena khawatir fans dan pemain akan kepanasan di musim panas yang terik.

Qatar menghabiskan miliaran dolar untuk membangun tujuh stadion Piala Dunia terbuka dan ber-AC. [vm/lt]

  • Bagikan