Gelar Aksi Donor Darah Massal, RSUD Putussibau Membutuhkan Ratusan Kantong Darah per Bulan

  • Bagikan
Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat membuka donor darah massal di RSUD Putussibau Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. ANTARA/HO-Prokopim Setda Kapuas Hulu. (Teofilusianto Timotius).Suaraindo.id/Suarakalbar.co.id

Suaraindo.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Diponegoro Putussibau, dr. Herlina, mengungkapkan bahwa RSUD tersebut membutuhkan setidaknya 200 hingga 250 kantong darah per bulan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah tersebut, terutama di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Saat ini, stok darah yang tersedia di RSUD Putussibau masih sekitar 100 hingga 150 kantong darah, yang belum mencapai tingkat optimal. Dr. Herlina berharap bahwa melalui aksi donor darah massal, masyarakat akan lebih berani mendonorkan darahnya untuk membantu pasien yang membutuhkan.

“Saat ini hanya 100 hingga 150 kantong dan itu memang belum maksimal, semoga dengan adanya donor darah masyarakat berani mendonorkan darahnya,” kata dr Herlina, saat pembukaan aksi donor darah massal, di RSUD Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, melansir dari ANTARA, Kamis(24/8/2023).

Disampaikan Herlina, kegiatan donor darah yang diselenggarakan di RSUD Putussibau bertujuan menggerakkan masyarakat agar berani mendonorkan darahnya untuk aksi kemanusiaan. Sebab RSUD Putussibau memerlukan banyak darah dalam penanganan medis pasien yang dirawat.

Dia berharap kedepannya semakin banyak masyarakat yang mau mendonorkan darah dan meningkatkan kepedulian kemanusiaan untuk membantu sesama yang membutuhkan donor darah.

Untuk diketahui, donor darah massal di RSUD Putussibau diselenggarakan oleh pihak rumah sakit bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kapuas Hulu.

Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat yang juga menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan, aksi donor darah wujud kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan darah saat menjalani penanganan medis di rumah sakit.

Oleh karena itu, diharapkan banyak masyarakat yang tergerak hatinya untuk mendonorkan darah.

“Selain untuk amal ibadah donor darah juga kepedulian untuk menyelamatkan sesama dalam penanganan medis, karena satu tetes darah itu sangat bermanfaat membantu sesama,” kata Wahyudi.

Dia juga mengajak semua instansi pemerintah maupun swasta dan vertikal untuk mendonorkan darah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

“Mendonorkan darah itu juga untuk kesehatan kita, selain membantu sesama juga bisa untuk menyehatkan tubuh kita dan juga sebagai amal ibadah,” ucapnya.

  • Bagikan