BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Luncurkan Perlindungan Sosial bagi Pekebun Kelapa Sawit

  • Bagikan
Pj Gubernur Sumsel, Ellen Setiadi bersama Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin saat melakukan sesi wawancara (SuaraIndo.id/Nisa)

SuaraIndo.id – BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) resmi meluncurkan program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekebun kelapa sawit di wilayahnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Grand Ballroom Hotel Novotel pada Kamis pagi (5/9/24) dengan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah, perwakilan perusahaan, dan para pekebun.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin, dalam sambutannya menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja, terutama mereka yang sudah lanjut usia (lansia).

Saat ini, hanya 14 persen dari pekerja lansia yang memiliki jaminan sosial seperti jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

“Jaminan sosial ini berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, dan memastikan keberlanjutan pendidikan bagi keluarga pekerja,” ujar Muhyidin.

Muhyidin juga memaparkan bahwa tingkat kepesertaan pekerja di Sumatera Selatan masih relatif rendah. Dari total 3 juta pekerja, baik di sektor formal maupun informal, baru 32,72 persen yang terdaftar sebagai peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Padahal, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) yang diadakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jawa Timur pada Januari lalu, pemerintah menargetkan angka kepesertaan sebesar 37,58 persen untuk tahun 2024.

“Kita masih harus menambah sekitar 138.000 peserta baru untuk mencapai target tahun ini,” jelas Muhyidin.

“Namun, dengan komitmen yang kuat, kami telah berhasil mendaftarkan banyak pekerja pekebun kelapa sawit. Kini, tersisa 118.000 pekerja lagi yang harus kita lindungi,” tambahnya.

Muhyidin optimis bahwa target tersebut bisa dicapai melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan upaya yang lebih terstruktur.

Misalnya, setiap desa dapat memberikan perlindungan kepada 50 orang yang paling membutuhkan, sehingga target 164.000 pekerja terlindungi dapat tercapai dengan mudah.

Ia menambahkan bahwa target kepesertaan tahun depan akan ditingkatkan menjadi 39,46 persen, dan saat ini sudah ada 9.870 perusahaan di Sumbagsel yang memberikan perlindungan kepada para pekerjanya.

“Kami mengapresiasi komitmen Penjabat Gubernur Sumatera Selatan dalam mendukung program ini dan memperluas perlindungan bagi pekebun kelapa sawit,” tambahnya.

Dengan peluncuran program ini, BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel berharap dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja di wilayahnya dan memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi semua sektor, baik formal maupun informal.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan