SUARAINDO.ID ——– Warga Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, mulai mengalami krisis air bersih meski program pemasangan water meter dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) telah berjalan sejak empat tahun lalu, hingga saat ini belum difungsikan.
Hingga kini, air belum juga mengalir ke pemukiman warga akibat lemahnya tekanan air.
Kepala Desa Sekaroh, Mansur, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima konfirmasi dari petugas SPAM bahwa uji coba aliran air akan dilakukan di beberapa dusun.
Uji coba ini bertujuan mengukur kekuatan aliran air untuk didistribusikan ke seluruh wilayah desa.
”Harapan kami, dalam waktu dekat ini masalah air bersih bisa segera direalisasikan. Kemarin dari pihak pengelola air wilayah selatan sudah meminta data KK warga yang belum memiliki water meter,” ujar Mansur.
Selama ini, warga Sekaroh, terutama di dusun yang paling terdampak seperti Dusun Telune, Sunut, Teluk Dalem, dan wilayah Transmigrasi, harus mengandalkan bantuan air bersih dari berbagai pihak.
Salah satunya dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong yang menyalurkan 24 tangki air bersih beberapa waktu lalu.
Namun, kebutuhan air bersih warga masih sangat tinggi.
Menurut Mansur, satu keluarga bisa menghabiskan hingga lima tangki per bulan, apalagi jika harus berbagi dengan tetangga sekitar.
Harga air bersih juga menjadi beban tersendiri bagi warga.
Untuk dusun yang dekat, harga per tangki mencapai Rp150 ribu, sementara di dusun yang jauh seperti Sunut, warga harus merogoh kocek hingga Rp350 ribu per tangki.
”Pemerintah desa sedang berusaha mencari lembaga atau pihak donatur yang bersedia membantu masyarakat mendapatkan air bersih secara cuma-cuma,” tambah Mansur.
Pemdes Sekaroh berharap tahun ini aliran air dari SPAM benar-benar dapat dinikmati oleh warga, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada bantuan atau membeli air bersih dengan harga tinggi.













