Banjir Melanda Apit Aik, Jembatan Penghubung Antar Desa Putus, dan  Ratusan Warga Terdampak

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——- Banjir dan kerusakan infrastruktur melanda Desa Apit Aik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, menyebabkan ratusan warga terdampak dan akses antar desa terputus.

‎Kepala Dusun Patokan, Samsul Hadi, mengungkapkan, jembatan penghubung antara Desa Apit Aik, ke Desa Teko, dan terputus akibat luapan air sungai sejak malam sebelumnya.

‎“Di Dusun Gubuk Patokan, beronjong dan tanggul juga rusak, air sungai meluap hingga ke permukiman warga,” kata Samsul Hadi saat ditemui,  Jumat 19 September 2025.

‎Syamsul menambahkan, banjir juga menggenangi wilayah sekitar pasar dan jalur utama di daerah tersebut.

‎Banjir yang terjadi sejak malam Jumat, juga menyebabkan penyumbatan saluran air di wilayah sekitar Hospital Lombok, yang hingga Jumat pagi masih dalam proses penanganan.

‎“Kami sudah tangani sejak tadi malam, tapi belum tuntas. Hari ini akan kami selesaikan, terutama di pinggir jalan negara karena sempat mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

‎Samsul menyebut, di RT 2 Gubuk Patokan, air bahkan meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga.

‎Beberapa drainase terpaksa dihancurkan, agar saluran aliran air bisa lancar , karena tersumbat kayu dan sampah yang ternawa banjir.

‎Diperkirakan sekitar 400 kepala keluarga terdampak di wilayah Dusun Patokan saja.

‎Sementara, dari Hospital Lombok hingga Pasar Apit Aik, jumlah warga terdampak lebih banyak lagi.

‎Meski begitu, Samsul bersyukur karena berbagai dinas terkait telah turun langsung ke lokasi sejak pagi.

‎“Alhamdulillah sekarang air sudah mulai surut sejak dini hari tadi, sekitar pukul satu kami beranjak pulang dari lokasi,” katanya.

‎Terkait langkah penanganan ke depan, Samsul menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas PUPR Kabupaten, BWS, BNPB, dan pemerintah pusat.

‎“Kami berharap pembangunan jembatan dan normalisasi sungai bisa segera dilakukan. Karena ini bukan tanggung jawab dana desa saja, tapi butuh dukungan dari kabupaten dan pusat,” ungkapnya.

‎Menurutnya, beberapa pihak telah berjanji untuk segera mempercepat proses pemulihan.

‎Syamsul juga menyatakan, Desa Apit Aik sudah lama menjadi daerah langganan banjir karena aliran sungai, dan drainase yang menyempit.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan