SUARAINDO.ID ——– Banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Lombok Timur akibat luapan sungai yang dipicu oleh hujan deras di wilayah hulu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur mencatat sedikitnya empat lokasi terdampak, dengan tiga di antaranya mengalami kondisi cukup parah.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lombok Timur, Jauhari Hadi, mengatakan bahwa banjir terjadi meski wilayah terdampak tidak diguyur hujan secara langsung.
“Memang di Desa Apit Aik tidak terjadi hujan, tapi di hulu, seperti di Kecamatan Sikur, terjadi hujan deras. Imbasnya terasa di hilir, termasuk di Desa Apit Aik, Kecamatan Pringgabaya,” ujar Jauhari saat ditemui di lokasi kejadian, jumat 19 september 2025.
Tiga lokasi yang mengalami dampak terparah antara lain jembatan Apit Aik menuju Desa Teko, wilayah Tembeng Putek Putih di Kecamatan Wanasaba, serta Dusun Mamben Daya.
Di wilayah tersebut, dilaporkan terjadi luapan sungai akibat jebolnya tanggul.
Jauhari juga menyoroti kondisi sedimentasi di aliran sungai sebagai salah satu penyebab utama banjir.
”Kami melihat adanya sedimentasi yang cukup parah, menyebabkan sungai menyempit. Ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR guna mencari solusi pengurangan sedimentasi,” jelasnya.
Selain itu, dua lubang saluran air di bawah jembatan Apit Aik dilaporkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, yang turut memperburuk kondisi saat debit air meningkat.
Hingga Jumat pagi, tim BPBD masih melakukan asesmen terhadap dampak banjir, terutama di wilayah Tembeng Putih, Desa Kembang Kerang. Meski belum ada laporan korban jiwa, sejumlah rumah warga dilaporkan terendam air.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun beberapa rumah warga terdampak akibat luapan sungai. Fokus kami saat ini adalah asesmen dan penanganan tanggul darurat,” tambah Jauhari.
Ke depan, BPBD berencana memperluas pengerukan saluran-saluran air untuk mengantisipasi banjir lanjutan.
Meskipun Kabupaten Lombok Timur telah mengajukan status siaga bencana kekeringan, fenomena cuaca yang tidak menentu membuat daerah ini juga harus menghadapi bencana banjir.
“Kondisi saat ini bisa dibilang kemarau basah. Di satu sisi, wilayah selatan mengalami kekeringan, sementara di timur terjadi banjir. Kami masih berupaya memahami pola cuaca ini agar bisa menyiapkan langkah antisipasi yang tepat,” pungkasnya.
BPBD mengimbau masyarakat di wilayah hilir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama dengan adanya prakiraan hujan dari BMKG di wilayah hulu dalam beberapa hari ke depan.













