SUARAINDO.ID —— Wakil Bupati Lombok Timur, HM Edwin Hadi Wijaya, secara resmi membuka kegiatan Kajian Ilmiah Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Selasa 9 Oktober 2025.
Pentingnya peran generasi muda, dalam pelestarian cagar budaya sebagai identitas daerah sekaligus potensi pengembangan pariwisata.
Wabup mengapresiasi Langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) yang telah membentuk tim TACB sejak 2023, yang sebagian besar diisi oleh anak-anak muda.
Mobilisasi dan semangat kerja tim ini cukup tinggi, sehingga sudah mulai terlihat hasil nyata dari kerja mereka.
“Kita harapkan dari mereka muncul temuan-temuan yang bisa kita angkat dan tetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, bahkan bisa meningkat ke tingkat nasional,” ujarnya.
Saat ini, Lombok Timur telah memiliki dua cagar budaya yang masuk dalam daftar nasional, dan tengah memproses satu lagi untuk menyusul.
Di tingkat kabupaten, saat ini sudah terdapat tiga objek yang ditetapkan sebagai cagar budaya.
Wabup juga menyoroti perlunya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah terhadap TACB dan pelestarian budaya secara umum.
Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi adalah belum maksimalnya perhatian dan pendanaan dari pemerintah terhadap bidang kebudayaan.
“Kita masih memposisikan kebudayaan di bawah Dinas Pendidikan. Ini sedang kita kaji ulang, apakah sudah pas atau perlu berdiri sendiri, atau ditempatkan di OPD lain yang lebih fokus,” katanya.
Selain itu, muncul pula aspirasi dari masyarakat dan pegiat budaya mengenai kebutuhan akan museum dan galeri budaya di Lombok Timur.
Menanggapi hal tersebut, Wabup menyatakan, kemungkinan pembangunan museum akan dimasukkan dalam rencana pembangunan gedung serbaguna di kompleks Gedung Wanita.
“Mudah-mudahan nanti museum bisa jadi bagian dari pembangunan gedung serbaguna. Atau kita bisa manfaatkan bangunan tua yang masih ada di Lombok Timur untuk itu,” ujarnya.
Wabup berharap dukungan dari semua pihak, masyarakat, dan para pemuda di TACB, untuk terus menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal yang ada.













