SUARAINDO.ID ——– Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Timur, bersama Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti menyiapkan pemasangan jembatan Bailey sebagai solusi cepat atas putusnya jembatan penghubung di Desa Perigi Kecamatan Suela, Selasa 25 Nopember 2025.
Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Korem 162/WB, Kolonel Kav Suep, S.IP., M.Sc., AIFO mengatakan, Gubernur telah berkoordinasi dengan Danrem 162/WB untuk meminta dukungan percepatan penanganan infrastruktur yang rusak.
“Pak Gubernur sudah menghubungi Danrem terkait bantuan penyelesaian ataupun penanganan putusnya jembatan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jembatan Bailey dipilih sebagai langkah cepat sambil menunggu proses pembangunan jembatan permanen.
Dengan jembatan darurat tersebut, akses warga di kedua sisi tetap bisa terhubung sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan harian masyarakat tidak terhenti.
“Jembatan Bailey ini direncanakan segera diturunkan agar akses warga tidak terputus,” katanya.
Namun, Kolonel Suep menyebutkan bahwa peralatan jembatan Bailey saat ini berada di Gianyar, Bali, sehingga membutuhkan waktu mobilisasi.
“Kita masih menunggu arahan dari Panglima terkait pergeseran peralatan. Perjalanan dari Gianyar ke sini kalau lancar maksimal dua hari, tapi proses keseluruhannya masih kita hitung,” jelasnya.
Untuk waktu pemasangan, pihaknya memperkirakan pekerjaan dapat selesai dalam kisaran satu minggu hingga satu bulan, tergantung kondisi lapangan.
“Jika semua lancar, kemungkinan dalam satu bulan akses sudah bisa tersambung kembali,” ujarnya.
Terkait spesifikasi, jembatan Bailey yang akan dipasang memiliki kekuatan terbatas dan hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil.
“Kekuatan jembatan sementara ini sekitar 4–5 ton, jadi tidak untuk kendaraan besar,” tegas Kolonel Suep.
Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan, agar percepatan penanganan berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat (jembatan bailey) akan diprioritaskan agar akses masyarakat dapat segera pulih.
Menurut Muliadi, pemasangan jembatan di titik eksisting menjadi pilihan terbaik karena dapat mempercepat proses layanan dan mobilitas masyarakat.
“Apabila dibangun di eksisting, itu akan mempercepat pelayanan sehingga masyarakat lebih cepat mendapatkan akses,” ujarnya.
Lalu Muliadi menyebutkan, secara teknis, tim sudah melakukan pengecekan struktur dan kebutuhan lapangan.
Tim Zeni TNI juga menilai bahwa pemasangan rigid frame atau struktur jembatan bailey tidak membutuhkan waktu yang lama.
“Secara struktur, jembatan ini bisa segera dipasang. Yang terpenting tinggal penyelesaian konstruksi penopangnya. Begitu terpasang, akses warga bisa segera kembali normal,” jelasnya.
Korem 162/WB bersama BPBD Lotim telah melakukan pengecekan titik-titik yang menjadi lokasi pemasangan jembatan bailey di Dusun Aik Beta, Desa Perigi Kecamatan Suela.













